Polisi Tangkap Tiga Kapal Vietnam

Polisi Tangkap Tiga Kapal Vietnam

  Senin, 26 Oktober 2015 09:43
BUDI KECIK/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK – Tiga kapal nelayan asing berbendera ditangkap Kapal Patroli Antasena–7006 saat sedang menangkap ikan secara ilegal di perairan Indonesia. Ketiga kapal tersebut masing-masing berbobot 80 GT.

Juru Bicara Polda Kalbar, AKBP Arianto mengatakan, ketiga kapal tersebut tertangkap saat menangkap ikan di Laut Cina Selatan, tepatnya di posisi 04 09' 050" U 104 58' 431" T, Kepulauan Riau.

“Benar. Memang ada penangkapan. Namun kapal-kapal asing tersebut tidak dibawa ke Polda Kalbar, melainkan dilimpahkan ke PSDKP Tarempa untuk proses lebih lanjut,” kata Arianto, saat dihubungi Pontianak Post beberapa waktu lalu.

Ketiga kapal yang tertangkap itu adalah KG 1556 TS dengan nakhoda Cuong; KG 93133 TS dengan nakhoda Hoen Van Hai; serta KG 93575 TS dengan nakhoda Ze Vcin Do. Masing-masing kapal membawa jumlah awak yang berbeda. Cuong ditemani empat anak buah warga Vietnam, sementara Van Hai ditemani 16 awak dan Vcin Do masing-masing membawa 16 orang yang juga warga Vietnam. “Kami temukan kapal-kapal ini ketika kapal kami sedang patroli. Kami langsung tangkap kapal beserta nakhoda dan para ABK-nya,” ungkap AKBP Arianto.

Menurut Arianto, saat diperiksa kapal-kapal tersebut tidak memiliki dokumen-dokumen lengkap,” katanya.

Tiga nakhoda beserta tiga puluh enam ABK itu dijerat dengan pasal 93 ayat 2 UU RI nomor 25 Tahun 2009 tentang perikanan atas perubahan UU RI nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan. Usai ditangkap, kapal tersebut langsung diserahkan ke PSDKP Tarempa untuk diproses hukum.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Barat Gatot Rudiyanto mengungkapkan, dengan adanya penangkapan kapal nelayan asing yang melakukan pencurian ikan, khususnya di wilayah perairan Kalimantan Barat berimbas pada meningkatnya hasil tangkap para nelayan. Meskipun dinilai kurang maksimal. “Secara tidak langsung memang ada peningkatan, sekitar lima persen,” kata Gatot saat ditemui usai kegiatan peledakan kapal asing di Pulau Datuk, belum lama ini.

Dia yakin, dengan cara seperti itu (penangkapan dan penenggelaman), ke depan dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan dan dapat mensejahterakan nelayan-nelayan lokal. “Kami yakin, ke depan pasti bisa. Meskipun sekarang para nelayan masih terhalang dengan daya tangkap,” lanjutnya. (arf)

Berita Terkait