Polisi Tak Ungkap Nama Panjang Hani

Polisi Tak Ungkap Nama Panjang Hani

  Jumat, 5 February 2016 08:14
Foto Andrean Kristianto/Jawa Pos

Berita Terkait

JAKARTA – Penyidikan kasus tewasnya Wayan Mirna Salihin karena minum kopi beracun tepat berjalan satu bulan besok. Dalam rentang waktu cukup lama tersebut, polisi belum bisa mengungkap bukti telak untuk memastikan bahwa tersangka Jessica Kumala Wongso adalah pencampur racun sianida dalam kopi yang diminum Mirna.

Seharian kemarin (4/2) polisi masih mengulang-ulang proses yang sudah dilakukan, yakni pemanggilan saksi keluarga dan teman terdekat Mirna. Di antara para saksi kunci itu terdapat Hani, orang yang datang ke Kafe Oliver bersama Mirna.Berdasar pengamatan Jawa Pos, Hani adalah saksi istimewa. Jika dihitung, pemeriksaan kemarin merupakan yang kedelapan yang harus dijalani gadis berambut panjang tersebut. Saksi lain seperti ayah Mirna, suami Mirna, dan keluarga Jessica tak pernah diperiksa beruang-ulang sebanyak itu.

Soal Hani sendiri, polisi juga tak banyak membuka sosoknya. Sangat berbeda dengan saat mereka membuka terang profil Jessica. Sampai sekarang polisi tak pernah menyebut nama panjang Hani, tidak seperti ketika nama Jessica disebut lengkap.Hal itu membuat figur Hani terkesan lebih misterius. Publik tak tahu seperti apa persisnya hubungan pertemanan dia dengan Mirna. Beda halnya dengan Jessica yang terang disebut teman sekampus Mirna di Billy Blue College of Design, Sydney, Australia.

Pada pemeriksaan terakhirnya, Hani mulai diperiksa pada Rabu (3/2) pukul 13.15 dan baru keluar Kamis dini hari kemarin pukul 00.10. Saat ditanya wartawan, Hani hanya menunduk sambil menuju mobilnya. ”Saya capek banget. Saya udah jawab pertanyaan banyak banget,” kata dia. Saat dicecar berapa pertanyaan, Hani menjawab singkat, ”Empat puluh tujuh pertanyaan, banyak banget.”

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti menyatakan, pemeriksaan Hani masih seputar kesaksiannya dalam kasus kematian Mirna. Menurut Krishna, Hani masih menyampaikan hal-hal yang baru diingatnya setelah penyidik melontarkan sejumlah pertanyaan. ”Biasa, (Hani) lupa-lupa, tadi juga lupa. Diingatkan lagi karena itu penting. Lupa, makanya diingatkan,” ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, kemarin.

Dari keterangan Hani, Krishna mengklaim bahwa penyidik menemukan fakta baru atas kematian Mirna. Namun, dia tak mau menyampaikan kepada publik temuan fakta tersebut. ”Fakta apa yang kami dapat itu, nanti disampaikan di pengadilan,” ujar Krishna.Sementara itu, Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Mohammad Iqbal mengatakan, setiap hari proses penyidikan mendapatkan kemajuan. Informasi sekecil apa pun, ujar Iqbal, bisa menjadi tambahan bukti untuk menguatkan. Misalnya keterangan ayah Mirna di luar-BAP tentang dugaan lesbian dan bukti lainnya. ”Sudah ada empat alat bukti. Itu yang dikuatkan,” ucapnya.

Soal hasil penggeledahan di rumah Jessica, Iqbal menjelaskan, terdapat bukti penting tambahan. Tapi, dia enggan membeberkan bukti baru tersebut. Polisi menyita CPU (komputer), tisu, speaker aktif, dan laptop. ”Penyidik mencari ada hubungan nggak dengan tindak pidana,” kata dia. Menurut Iqbal, tidak tertutup kemungkinan polisi kembali menggeledah rumah Jessica. ”Ada lagi (penggeledahan) untuk kepentingan penyidikan. Bisa beberapa kali. Yang penting SOP-nya benar,” ujarnya.

Krishna menerangkan, sampai kemarin Jessica belum mengaku menaruh sianida di kopi Mirna. Dia memastikan, penyidikan dilakukan tanpa intimidasi. Sebab, pihaknya memiliki bukti fakta kejahatan Jessica.Krishna mengingatkan, banyak informasi yang tidak benar di luar. Dia meminta masyarakat bersabar karena semua akan terbuka di pengadilan. Untuk pelimpahan berkas, pihaknya masih menunggu kelengkapan sehingga bisa P-21. ”Sabar, ini bukan tebak-tebakan,” tuturnya. (yuz/c9/kim)

 

 

 

Berita Terkait