Polisi Sita Kosmetik Ilegal

Polisi Sita Kosmetik Ilegal

  Kamis, 13 Oktober 2016 09:30
KOSMETIK: Barang bukti kosmetik tanpa izin edar dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan disita Direktorat Reserse Khusus Polda Kalimantan Barat. Barang ilegal tersebut dijual melalui online. POLDA KALBAR FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Direktorat Reserse Khusus Polda Kalimantan Barat menyita ratusan lusin kosmetik tanpa izin edar di sebuah rumah di Jalan Parit Tengah Gang Melati 2 Rt 04 Rw 29 Kelurahan Sungai Beliung, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Selasa (11/10).

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Suhadi mengatakan, penggerebekan salah satu rumah warga yang belakangan diketahui milik Yul (27) ini berawal dari informasi masyarakat.

Dari informasi itu, kemudian dilakukan pengembangan dan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Reskrimsus Polda Kalbar di bawah pimpinan Kompol Sardo Sibarani, tim berhasil menemukan barang bukti berupa 60 lusin Cream merk RD, 5 lusin cream merk BB, 110 botol Serum merk RD, 17 lusin Toner merek RD, 2 botol cleanser merek RD, 30 botol handbody merk RD, 1 lusin cream mata merk RD, 28 lusin sabun merk RD, 36 paket/1 paket berisi 4 item, paket racikan merk RD dan 2 kotak merk Moment.

Berdasarkan pemeriksaan terhadap tersangka Yul (27), lanjut Suhadi, pelaku mendapatkan barang-barang kosmetik tersebut dari Jakarta, kemudian dijual melalui media sosial dan mengirimkan pesanan kepada pembeli menggunakan jasa  pengiriman titipan kilat disamping melayani pembeli langsung di rumahnya.

Terhadap tersangka, dikenakan pasal 197 jo pasal 106, Undang Undang No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun dan denda paling banyak 1.500.000.000. Pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 UU no 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar.

Selanjutnya terhadap tersangka  dan barang  bukti diamankan di Ditreskrimsus Polda Kalbar untuk proses sidik lebih lanjut, dan melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pwngawasan Obat dan Minuman  dan BPSK. 

Sebelumnya Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak bersama Korwas PPNS Polda Kalbar juga menyita sebanyak 1.847 kemasan jamu karena tidak memiliki izin edar dan mengandung Bahan Kimia Obat (BKO) berbahaya. 

Ribuan botol jamu berbahaya tersebut dikemas dalam merk Jamu Jawa Asli "Asam Urat" cap Dua Singa  dan Jamu Pegal Linu Husada Jawa cap Tawon Klanceng yang diproduksi CV. Rochman Jaya dan CV. Putri Husada Jatim itu diamankan saat akan dikirim menggunakan truk ke daerah-daerah pedalaman di Kalimantan Barat.

"Hari Kamis (6/10) masuk dan transit di Jeruju, Pontianak Barat. Pada Jumat (7/10) sore akan didistribusikan ke daerah. Nah di situ lah kita tangkap," ujar Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Pontianak Corry Panjaitan, kemarin.

Komisi E DPRD Kalbar mengaku terkejut bahwa wilayah pedalaman, perhuluan dan timur Kalbar sangat mudah menjadi pintu masuk ribuan jamu tidak memiliki ijin edar dan mengandung Bahan Kimia Obat (BK0) termasuk kosmetik ilegal yang berhasil digagalkan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pontianak bersama Korwas PPNS Polda Kalbar sejak Jumat (7/10) kemarin. 

“Kami prihatin kenapa barang-barang tersebut bisa masuk ke Kalbar. Kemungkinan juga barang-barang terlarang tersebut sudah lama masuk dan beredar di daerah perhuluan, pedalaman atau timur Kalbar. Ini harus diusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” ungkap Martinus Sudarno, anggota Komisi V DPRD Kalbar, Rabu (12/10) di Pontianak.

Terkait temuan tersebut, politisi PDIP ini meminta harus ditindaklanjuti selain diselidiki jenis barang dan kandungan bahaya bagi kesehatan masyarakat. ”Ini agar masyarakat tahu dan tidak mudah tertarik membeli, bahwa jamu, kosmetik atau barang-barang lainnya bahaya bagi kesehatan,” tuturnya.

Menurut dia tidak hanya barang-barang berbahaya saja harus diselidiki sampai tuntas, orang yang memasukan ke Kalimantan Barat juga wajib diproses hukum. Tujuannya supaya ada efek jera kepada para pelaku yang berani memasukan barang-barang tersebut ke Kalbar. 

“Lacak sampai tuntas. Pasti jaringannya bisa terungkap. Bisa diselidiki dari mana asalnya, agennya siapa, tokonya apa hingga bisa masuk ke daerah seperti apa. Harus itu,” kata dia.

Dia menambahkan kepada para pelaku yang terindikasi memasukan barang-barang tersebut, harusnya diproses sampai tuntas. Barang kategori tak punya izin edar, ilegal dan berbahaya bagi kesehatan, tentu tidak baik untuk dikonsumsi konsumen. Sebai bagaimanapun kesehatan masyarakat dan konsumen terutama dan harus dilindungi.

”Masyarakat juga jangan tergiur dengan barang-barang yang berharga murah meriah,” tuturnya.(arf/den)

Berita Terkait