Polisi Ringkus Penyetrum Ikan

Polisi Ringkus Penyetrum Ikan

  Jumat, 5 Agustus 2016 09:30
TANGKAPAN : Ikan hasil tangkapan menggunakan alat setrum di perairan sungai kapuas, kecamatan Semitau, Rabu 3 Agustus 2016. FOTO MUSTA’AN

SEMITAU—Pelaku ilegal fishing diamankan. Kali ini Polsek Semitau yang menangkap pelaku penyetrum ikan di Sungai Laya, samping Bank BPD cabang Semitau, Dusun Semitau Hilir, Kecamatan Semitau, pada Rabu (3/8) sekitar pukul 02.30 WIB dinihari. Saat ini pelaku dan barang bukti yang diguna pelaku sudah diamankan, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

 
Kepada sejumlah wartawan, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK menerangkan, terungkapnya aktivitas penyetruman tersebut berawal dari laporan warga setempat yang sudah sering melihat para pelaku melakukan aktivitas ilegal fising di daerah Semitau. “Tersangka atas nama RP dan AS. Diduga mereka ini sudah sering melakukan kegiatan ilegal fising ini,” terangnya, Kamis (4/8) kemarin.

Dijelaskannya, pelapor mengunakan speed menyusuri sepanjang sungai di desa  Semitau Hulu dan Semitau Hilir, kemudian pelapor melihat ada warga menggunkan sampan dengan menggunakan mesin speed 3,3 PK sedang mencari ikan di Sungai Laya. Setelah dilihat dilihat dengan jelas, ternyata mereka tengah menyetrum ikan di sungai tersebut dan kemudia yang bersangkutan lapor ke Polsek.

Karena terang Kapolres, saat pelapor menghampiri pelaku penyetruman menemukan ada satu set alat penyentrum ikan beserta ikan hasil tangkapan di atas sampan pelaku. “Lelapor juga langsung menghubungi rekannya untuk mengamankan pelaku. Saat ini kata Sudarmin, kasus penyetruman sedang dalam proses hukum di Mapolres Kapuas Hulu, barang bukti sudah diaman oleh anggotanya.

“Kami sudah perintahkan kepada Kapolsek jalur sungai agar melakukan pengungkapan kasus Ilegal fishing di wilayahnya masing- masing,” tegas Sudarmin. Dia mengatakan, pihaknya berkomitmen dalam memberantas tindak pidana ilegal fishing. Seperti penyetruman ikan, karena dinilai sangat merugikan masyarakat, ikan yang disetrum akan mati dan  merusak ekosistem yang ada disekitarnya.

Selain merusak ekosistem yang ada, kegiatan ilegal fising juga bisa mengakibatkan meninggalnya seseorang yang terkena dampak arus dari penyetruman tersebut. untuk itu jajaran Polres Kapuas Hulu sudah berulang kali menangani kasus penyetruman ikan yang beroperasi diwilayah sungai Kapuas. “Kami juga sudah mensosialisasikan akan bahaya menggunakan setrum dan tuba,” tuturnya.

Jelaskannya, setiap orang dengan sengaja menangkapan ikan mengunakan bahan kimia, bahan biologis, bahan peledak dengan alat atau cara yang merugikan atau membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan yang dimaksud dalam undang–undang Nomor 31 tahun 2004 pasal 84 Ayat ( 1)  jo pasal 8  ayat ( 1 ) diancam hukuman 6 tahun penjara dan di denda Rp 1,2 milyar.(aan)