Polisi Ringkus Bandar Judi Sistem Online

Polisi Ringkus Bandar Judi Sistem Online

  Kamis, 5 November 2015 08:30
JUDI BOLA : Tim Jatanras Polresta Pontianak kembali berhasil mengungkap aktivitas judi bola online di Jalan Ketapang. Seorang bandar berhasil ditangkap beserta barang bukti dua unit laptop dan uang tunai. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Polresta Pontianak berhasil mengungkap aktivitas judi bola online di Jalan Ketapang, Pontianak. Seorang bandar berhasil ditangkap bersama barang bukti, dua unit laptop dan uang tunai sebesar Rp8,5 juta, Rabu (4/11).Adalah G (62) yang sudah tiga bulan menjalankan bisnis haram tersebut di rumahnya. Kakek berkacamata itu pun, harus merasakan dinginnya jeruji besi Polresta Pontianak untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tersangka, G mengaku bukanlah bandar judi. Ia hanya menerima pesanan dari temannya yang ingin mengadu keberuntungan. “Saya hanya iseng-iseng, karena sudah tua tidak bisa kerja hanya bisa main judi online, saya pasang sendiri, paling-paling ada teman yang menitip pasangan saja,” dalih tersangka.Dia menuturkan, bisnis judi tersebut dijalankannya hanya seminggu dua kali. Ia memiliki akun sendiri yang langsung terhubung dengan situs online yang menerima pasangannya. “Sistemnya satu bayar satu, biasanya teman pasang klub bola yang dianggap pasti menang. Kalau pasang Rp200 ribu dapatnya Rp200 ribu, kalau pasang Rp500 ribu dapatnya sama,” tuturnya.

Biasanya, lanjut dia, jika pemesan menang, uang tidak langsung diambil, pemasang akan menunggu jika uang taruhannya sudah menang sampai Rp1 juta barulah uang tersebut diambil. “Nanti uangnya ditransfer, saya hanya dapat enam persen dari agennya,” sambungnya.Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak AKP Kemas Abdul Aziz mengatakan, penangkapan tersangka judi online tersebut berawal dari informasi masyarakat. “Dari informasi itu, dilakukan penyelidikan, dan memang ditemukan aktivitas judi bola online,” kata Aziz.

Dia menjelaskan, setelah seluruh bukti terkumpul, tim Jatanras melakukan penggerebekan, hasilnya bandar judi, G berhasil diamankan dan sejumlah barang bukti ikut disita. “Dari pengakuan tersangka, bisnis haram tersebut sudah dijalankan selama tiga bulan.”Aziz menuturkan, masih dari pengakuan tersangka, selama menjalankan bisnis tersebut, ia mampu mendapatkan penghasilan per bulan mencapai Rp10 juta sampai Rp50 juta. Dengan sistem kerja, sang bandar menerima pasangan dari pelanggan, lalu memasangkannya melalui akunnya ke situs judi bola online.

“Sampai saat ini, baru satu tersangka, apakah yang bersangkutan memiliki jaringan masih akan kami dalami,” tegasnya. Aziz menyatakan, sesuai dengan pasal 303, maka tersangka terancam pidana penjara sepuluh tahun.Sementara itu, Kepolisian Sektor Pontianak Utara menangkap H alias K pelaku pencurian spesialias ayam jago. Tersangka ditangkap di Siantan Hulu, Senin (2/11).Dari data yang disampaikan polisi, tersangka sudah terlibat kasus pencurian ayam sebanyak dua kali. Diduga kuat, ayam-ayam tersebut dijual dan hasilnya digunakan untuk membali narkoba. Kapolsek Pontianak Utara AKP Ridwan Maliki mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan seorang warga yang ayam jagonya hilang di dalam kandang.

Dari laporan itu, lanjut  Ridwan, dilakukan penyelidikan dan pengumpulan alat bukti, hingga akhirnya pelaku berhasil ditangkap. “Pengakuannya tersangka ayam tersebut dijual ke wilayah Pontianak Timur, uangnya untuk beli narkoba,” kata Ridwan.Ridwan menjelaskan yang bersangkutan memang sudah terlibat kasus pencurian ayam beberapa kali. Sehingga, cukup mudah bagi polisi untuk mencari petunjuk dan mengidentifikasi pelaku pencurian ayam di laporkan warga. “Dulu yang bersangkutan juga pernah mencuri ayam,” ungkapnya.

Kapolsek menuturkan, modus pelaku dalam melancarkan aksinya dengan masuk ke dalam rumah target pada malam hari, merusak kandang ayam, mencopot paku pengingkat sangkar. “Tersangka selalu beraksi malam hari, saat korban dalam keadaan tidur,” sambungnya.Saat melancarkan aksinya itu, Ridwan menambahkan, nahas aksi pelaku diketahui pemilik rumah, korban yang berusaha menangkap pelaku tidak berhasil. “Meski sudah ketahuan korban, pelaku masih bisa membawa kabur ayam dan lepas dari kejaran,” katanya.Ridwan mengatakan dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa satu ekor ayam jantan. “Tersangka akan dikenakan pasal, 363 dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun.  (adg)

 

Berita Terkait