Polisi Gergaji 830 Pucuk Senjata Api Rakitan

Polisi Gergaji 830 Pucuk Senjata Api Rakitan

  Jumat, 4 December 2015 08:38
MUSNAH: Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto saat memusnahkan senjata api rakitan dengan memotong menjadi beberapa bagian. Senjata api rakitan yang dimusnahkan berjumlah 830 pucuk. ARIEF NUGROHO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Sebanyak 830 pucuk senjata api rakitan hasil sitaan dari masyarakat di Kalimantan Barat selama bulan November 2015 dimusnahkan kepolisian di daerah ini, Rabu (3/12).Pemusnahan ini untuk mengantisipasi terjadinya gejolak selama pelaksaaan pemilukada serentak di tujuh kabupaten di Kalimantan Barat pada 9 Desember mendatang.

"Senjata api ini totalnya ada 830 pucuk hasil dari operasi preventif yang digelar selama bulan November 2015. Hal ini untuk mengantisipasi menjelang pelaksaan pilkada serentak 9 Desember nanti," kata Kapolda Kalbar Brigjen Arief Sulistyanto, kemarin. Senjata api rakitan terdiri dari laras panjang dan laras pendek itu dipotong menggunakan alat pemotong besi menjadi beberapa bagian sehingga senpi rakitan itu tidak bisa digunakan lagi. "Senjata api seperti ini biasanya digunakan untuk berburu oleh warga masyarakat. Akan tetapi, ini sudah tidak sesuai standar. Sehingga harus dimusnahkan," lanjutnya.

"Kami berharap dengan upaya penertiban senjata api rakitan ilegal menjelang pelaksanaan pilkada serentak, maka Kalbar akan kondusif sepanjang pelaksanaan pilkada serentak tersebut," sambungnya.Pemusnahan senpi rakitan ini yang jumlahnya cukup banyak membuktikan, senpi rakitan masih banyak dimiliki masyarakat, apalagi pemusnahan ini bukan yang pertama kali dilakukan, baik oleh Polda Kalbar.

Sebelumnya, pada September 2014, Polda Kalbar juga memusnahkan 736 pucuk senjata api rakitan. Baru-baru ini Kodam XII Tanjungpura juga memusnahkan sebanyak 357 pucuk senjata api rakitan. Ratusan senjata tersebut, milik masyarakat yang diserahkan secara sukarela. Diakui Arief, masih banyak senjata api rakitan yang beredar atau dimiliki oleh warga masyarakat. Pihaknya belum akan melakukan operasi. "Saya tidak mau menakut-nakuti warga. Sebaiknya, warga yang masih memiliki senjata api segera untuk menyerahkan secara suka rela. Jika tidak bisa dijerat dengan Undang Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," tegasnya. (arf)

 

Berita Terkait