Polisi Gerebek Kampung Beting

Polisi Gerebek Kampung Beting

  Kamis, 12 November 2015 10:25
PONTIANAK – Puluhan personel kepolisian melakukan penggerebekan di Kampung Beting, Pontianak Timur, Rabu kemarin (11/12). Sejumlah paket sabu lengkap dengan alat hisap,

Berita Terkait

PONTIANAK – Puluhan personel kepolisian melakukan penggerebekan di Kampung Beting, Pontianak Timur, Rabu kemarin (11/12). Sejumlah paket sabu lengkap dengan alat hisap, mesin judi dingdong dan satu unit sepeda motor diduga hasil tindak kejahatan berhasil ditemukan polisi dalam operasi tersebut. Polisi juga menangkap empat orang, satu di antaranya wanita yang diduga menyimpan narkoba.

Operasi yang melibatkan semua satuan di Polresta Pontianak tersebut dimulai di rumah tersangka satu kilogram sabu di Gang Miftahul Jannah, Jalan Tritura, Kelurahan Tanjung Hilir, Pontianak Timur. Dalam penggeledahan tersebut, polisi tidak menemukan apapun, bahkan rumah sudah dalam keadaan kosong, lantaran ditinggal penghuni lainnya.Selanjutnya, puluhan aparat bergerak menuju Kampung Dalam Bugis. Puluhan personel bersenjata dan berpakaian preman pun masuk ke dalam permukiman warga. Hasilnya, kejar-kejaran antara polisi dengan salah satu diduga pemilik narkoba pun terjadi.

Seorang pria berbaju putih, langsung lari saat melihat kehadiran polisi. Polisi berusaha mengejar namun pria tersebut berhasil lolos dengan cara terjun ke sungai. Namun polisi, tak patah arang untuk mencari para pemilik, pemakai  narkoba, dan kejahatan lainnya.Hasilnya, penggerebakan di rumah-rumah yang dicurigai membuahkan hasil. Di sebuah rumah kayu, ditemukan sejumlah mesin judi dindong. Namun lagi-lagi pemilik mainan ketangkasan tersebut berhasil lolos. Tak ingin mesin kembali digunakan, polisi pun menghancurkan langsung mesin judi tersebut.

Hanya berbatasan dinding, polisi kembali menggeledah dua kamar indekos yang diduga digunakan untuk menggelar pesta narkoba. Penggeledahan berjalan alot, lantaran sang penghuni menolak membuka pintu.Berbagai upaya pun dilakukan, hingga dua dari empat orang yang berada di dalam kamar berhasil ditangkap. Namun, lagi-lagi polisi kecolongan. Dua orang yang ternyata masih berada di dalam kamar, langsung kabur melalui jendela.

Kondisi rumah yang berhimpitan dengan banyak lorong dimanfaatkan pelaku yang diduga sedang pesta narkoba untuk menyelamatkan diri. Setidaknya enam tembakan peringatan dilepaskan. Namun pelaku tetap melarikan diri ke lorong-lorong rumah.Di rumah tersebut, polisi juga menyita satu unit sepeda motor diduga hasil kejahatan. Tak jauh dari rumah tersebut, polisi kembali menggeledah rumah diduga memiliki barang haram, satu orang diamankan dengan barang bukti paket sabu, alat hisap, plastik transparan.

Kepala Bagian Operasi Polresta Pontianak, Kompol Rosid, mengatakan bahwa operasi merupakan pengembangan dari temuan narkoba seberat 10 kilogram dan satu kilogram beberapa waktu lalu. “Operasi ini adalah upaya pemberantasan narkoba secara menyeluruh,” kata, Rosid.Rosid mengatakan, dalam operasi kali ini masih ditemukan sejumlah barang bukti kejahatan, mulai dari mesin judi, paket sabu, hingga sepeda motor yang diduga hasil kejahatan.“Operasi akan kami lakukan sesering mungkin dan akan melibatkan TNI, dan pemerintah kota. Jangan sampai kota tercinta ini dicap sebagai kota narkoba,” tegasnya.

Rosid mengakui, dalam pelaksanaan operasi, pihaknya mengalami kesulitan dalam hal kerjasama masyarakat. Dimana, masyarakat masih belum punya keberanian untuk menyampaikan informasi kepada polisi soal keberadan pengedar, pemakai narkoba dan pelaku kejahatan lainnya,” ucapnya.Rosid meyakini bahwa sebenarnya masyarakat memiliki keinginan yang sama dengan polisi, yakni ingin daerahnya bebas narkoba. Maka dari itu, sudah seharusnya semua pihak membantu polisi demi mewujudkan keinginan tersebut. (adg)

Berita Terkait