Polisi Digigit Anjing

Polisi Digigit Anjing

  Kamis, 11 Agustus 2016 10:24

Berita Terkait

4///

Foto/////////// K.A. Wibowo

KORBAN gigitan anjing yang diduga terinveksi virus rabies terus berjatuhan, kalau ini mulai mewabah ke daerah-daerah perkotaan. Anggota Polres Kapuas Hulu, K.A Wibowo, Sabtu (6/8) digigit anjing yang diduga sudah mengidap rabies.

 
Ia digigit pada betis kaki sebelah kanan, polisi ini baru melapor kejadian tersebut pada petugas kesehatan di Puskemas Putussibau Utara, Senin (8/8).

Menurut Henny Anggreriani Kepala Puskesmas Putussibau Utara, ketika ditemui dikantornya Rabu (10/8) siang. Anggota Polres Kapuas Hulu yang diduga telah digigit anjing rabies berawal pada saat yang bersangkutan mengambil barang dirumah komandannya. Ternyata dirumah komandannya itu ada anjing dan langsung mengigitnya.

“Korban digigit anjing saat di rumah komandannya,” terangnya.

Lebih lanjut Henny menceritakan, saat ini K.A. Wibowo sudah dua kali diberi vaksin. “Tinggal dua kali lagi diia harus divaksi,” tuturnya.

Sejak korban divaksin, dia mengaku belum mendapat informasi terkait perkembangan polisi tersebut. Ia mengaku sudah menyediakan call center untuk masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan.Untuk mengantisipasi serangan rabies pihaknya mestiselalu siap.

Henny mengaku ada masalah yang dihadapi Puskesmas yang dia pimpin, yakni terbatasnya vaksin, ia mengaku khawatir jika ada masyarakatnya terkena gigitan anjing. Sementara vaksin sudah kosong.

"Solusinya, penyebab rabies yakni anjing dimusnahkan atau divaksin. Jangan menunggu masyarakat tergigit baru diobati. Sebab, jika kondisi seperti sekarang dibiarkan akan sangat berbahaya," ujarnya.

Dijelaskan Henny, kasus gigitan anjing diwilayahnya, mulai dari tahun 2015-2016 sudah ada enam kasus. Untuk itu ia mengharapkan Muspika diwilayah Putussibau Utara dapat bekerjasama dalam mengatasi masalah ini.

“Stok vaksin di Puskesmas Utara memang tak ada, kami mengambil ke Dinas Kesehatan langsung, karena jaraknya tidak jauh. Jadi kalau perlu, kami langsung ambil," ungkapnya.

Sementara itu Hermanus Susanto Camat Putussibau Utara mengakui jika masyarakatnya belum tahu semua akan penyakit Rabies. Kendati begitu pihaknya bekerjasama dengan Puskesmas tetap memberikan informasi pada masyarakat. Paling tidak melalui Kades masing-masing. Kalau ada anjing masyarakat yang mempunyai gejala rabies segera musnahkan sebelum itu anjing menggigit manusia.

 Selain itu masyarakat diminta bagi yang memiliki anjing agar dapat disuntik vaksin. "Hingga hari ini belum ada keluhan atau laporan tentang kekhawatiran masyarakat soal anjing," ucapnya. Sementara itu Harisson Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Hulu mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kosongnya vaksin rabies tetapi saat ini jumlah vaksin skala nasional memang tidak ada.

"Dipastikan bulan Agustus ini vaksin kosong, bulan September diperkirakan baru masuk vaksinnya," ucapnya. Untuk mencegah terjadinya penyakit rabies ini, sudah seharusnya masyarakat mengelola akar masalah penyakit tersebut.

"Penyebab Rabies anjing, jadi anjingnya dulu yang dikelola. Percuma jika vaksinnya ada, sementara akar masalahnya tidak diberantas,” ungkap Ketua IDI Kapuas Hulu ini.

Anastasia Mardiana, warga kecamatan Sejiram mengatakan, di daerahnya memang banyak kasus gigitan anjing. Oleh karena itu, pada Rabu (10/8) kemarin seluruh anjing dan kucing di kampungnya di berikan suntikan vaksin rabies oleh petugas dari kabupaten Kapuas Hulu. “Hari ini (Rabu 10-08-18) seluruh anjing dan kucing di desa kami telah diberikan suntikan vaksin oleh petugas,” tuturnya.(aan)

Berita Terkait