Polisi Dalami Uang Palsu

Polisi Dalami Uang Palsu

  Rabu, 27 January 2016 10:05
Uang Palsu. Foto JPNN Com

Berita Terkait

PONTIANAK - Salah satu bukti yang berhasil ditemukan polisi dari tangan kelima tersangka penipuan dan pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) adalah lembaran uang palsu senilai Rp100 juta. Polisi pun memastikan akan menelusuri dari mana uang tersebut didapat.

Selain itu, polisi juga memastikan masih memburu sejumlah pelaku yang diduga turut terlibat dalam sindikat pembobol ATM tersebut, diantara mendalami pelaku yang menyediakan buku rekening dan ATM dan pelaku lainnya.Wakapolresta Pontianak AKBP Veris Septiansyah mengatakan berbagai alat bukti yang berhasil dikumpulkan tersebut nantinya akan menjadi petunjuk bagi kepolisian untuk mendalami keterlibatan pelaku-pelaku lainnya.

Selain itu, dengan adanya lima tersangka yang berhasil ditangkap, tentu akan didalami dari mana dan siapa yang membantu mereka untuk menyediakan uang palsu, buku rekening dan ATM. “Pasti-pasti akan kami dalami dari mana uang palsu ini mereka dapatkan dan siapa yang menyediakannya,” kata Veris. Veris mengatakan dari pengakuan para tersangka, uang paslu tersebut selalu dibawa setiap kali bertemu calon korban. Dimana uang tersebut digunakan untuk meyakinkan calon korban tentang rencana kerjasama bisnis yang ditawarkan. “Mudah-mudahan dari pengembangan selanjutnya, pelaku-pelaku lainnya berhasil ditangkap,” harapnya.

Sebelumnya, Berbekal 14 laporan, kepolisian akhirnya berhasil menangkap lima orang pelaku kejahatan penipuan dan pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM), yang melibatkan warga Pontianak, Sulawesi dan Jakarta.Kelima tersangka tersebut adalah Sardiwan, Pieter Gosti, Andyanto, Iwan Ibrahim, dan Candra. Kelima tersangka dalam melancarkan aksinya berbagai tugas, diantaranya tiga orang bertugas mencari korban dan menguras ATM korban, satu tersangka lainnya, menampung uang hasil, sementara satu tersangka lainnya bertugas menjadi pemimpin perusahaan. Kejahatan yang dilakukan sejak 2013 lalu hinga 2015, para pelaku berhasil mengambil uang korban di ATM hingga mencapai total kurang lebih Rp600 juta dengan masing-masing kerugian yang bervariasi.

Veris mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya jika ketemu dengan orang yang tidak dikenal, apalagi orang tersebut mengajak bicara soal uang yang ada di rekening. “Masyarakat harus lebih waspada, sindikat ini banyak modusnya, mulai dari menawarkan bisnis, menawarkan barang dan lain-lain,” imbaunya. (adg)

Berita Terkait