Polisi Buru Pelaku Ilegal Fishing Sungai dan Danau

Polisi Buru Pelaku Ilegal Fishing Sungai dan Danau

  Rabu, 19 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

AHAD (15/10) pekan lalu Sat Pol Air Polres Kapuas Hulu yang dipimpin Iptu Suhana memburu para pelaku illegal fishing di danau dan sungai, di kawasan Kapuas Hulu. Pihak keamanan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti (BB) berupa hasil tangkapan dan peralatan illegal fising. Sementara pelaku berhasil kabur ke dalam hutan.

Lokasi penangkapannya wilayah perairan Sungai Kapuas, Kecamatan Putussibau Selatan yang selama ini sering dincar pelaku illegal fishing. Besar kemungkinan, kalau kawasan ini merupakan lubuk aneka jenis ikan  air tawar.

Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin SIK mengungkapkan, pemberantasan tindak pidana illegal fishing memang tengah menjadi atensinya. Dikatakan Kapolres, terungkapnya kasuspenangkapan ikanmenggunakan alatsetrum setelah adalaporan dari masyarakat.

“Kronologis kejadian yakni Minggu (15/10) sekira pukul 22.00 WIB, Anggota Sat Pol Air Polres Kapuas Hulu mendapatkan info dari masyarakat tentang adanya penyentruman ikan yang terjadi di perairan sungai Kapuas Kecamatan Putussibau Selatan,” terang Sudarmin.

Pelaku menggunakan speed boat 40 horse power  warna warna biru. Sekira jam 04.00 Wib anggota mengejar pelaku dan menemukan. Saat ditemukan, speed boat tersebut sudah berisikan ikan, aki, kawat dan trafo yang digunakan oleh pelaku untuk menyentrum ikan. Namun saat hendak dilakukan penangkapan, pelaku melarikan diri kehutan. Hingga saat ini masih dilakukan pengejaran dan penelusuran oleh petugas, sehingga hanya barang bukti yang ditemukan dilapangan yang berhasil diamankan anggota keMapolres Kapuas Hulu. Sudarmin menegaskan pelaku sudah diketahui, proses hukum di Polres Kapuas Hulu berjalan.

“Saya sudah perintahkan kepada Kapolsek jalur sungai agar melakukan penangkapan dan penanggulangan kasus Ilegal fishing di wilayahnya masing- masing,” tegasnya. Dijelaskannya, setiap orang dengan sengaja melakukan penangkapan ikan mengunakan bahan kimia, biologis dan peledak akan ditindak.

Demikian juga dengan tindakan lainnya yang dapat merugikan dan membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan lingkungan. Sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Perikanan, maka diancam Pasal 84 (1) Undang-undang No. 45 Tahun 2009 tentang perubahan UU No. 31 Tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman hukuman 6 Tahun kurungan dan dendanya minimal Rp 2 milyar.

Dikatakan Kapolres, kegiatan penyetruman ikan sangat merugikan masyarakat dan ikan yang terkena setrum akan mati dan merusak ekosistem yang ada. Selain itu bisa mengakibatkan  meninggalnya seseorang yang terkena dampak arus dari penyetruman. Atas dasar itu kepolisian sangat komitmen menangani tindak pidana illegal fishing yang beroperasi diwilayah danau dan sungai daerah ini. (*)

Berita Terkait