Polisi Bekuk Tiga Bocah Curanmor

Polisi Bekuk Tiga Bocah Curanmor

  Selasa, 10 November 2015 11:24
DIAMANKAN: Ketiga bocah pelaku curanmor, HB (17), Ed (15), dan Rd (14), kini diamankan di Mapolsek Sambas untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SAMBAS – Nekad, itulah yang dilakukan tiga bocah, HB (17), Ed (15), dan Rd (14). Remaja tanggung yang hanya berpendidikan sekolah dasar dan HB yang sudah putus sekolah ini, tanpa pikir panjang mencuri sepeda motor (curanmor). Kendaraan yang dibawa lari tersebut milik Ruslan, warga Jalan Terigas RT 7/RW 1 Dusun Lumbang Penyengat, Desa Lumbang, Kecamatan Sambas. Ketiganya kini diamankan di Mapolsek Sambas untuk mempertangungjawabkan perbuatan mereka.

“Curi motor hanya kepingin saja miliki motor, dan kami pakai untuk jalan-jalan,” ungkap HB saat ditanya alasan mereka mencuri sepeda motor tersebut kepada koran ini, Senin (9/11).Pencurian itu sendiri terjadi pada 24 September lalu. Boleh dibilang sudah hitungan minggu mereka mengendarai kuda besi yang bukan milik mereka tersebut. Namun petualangan mereka terhenti setelah ketiganya ditangkap aparat Polres dan Polsek Sambas, 4 November lalu.

Kapolres Sambas melalui Kasatreskrim AKP Eko Mardianto menjelaskan jika penangkapan ini mereka lakukan, setelah pemilik kendaraan, Ruslan, melaporkan kejadian tersebut setelah merasa kehilangan kendaraannya. “Lokasi pencurian oleh ketiga tersangka ini dilakukan di teras rumah korban,” ujarnya.

Saat kejadian, diceritakan jika korban hendak pergi melaksanakan salat subuh, sekitar pukul 04.30 WIB. Awalnya, kendaraan tersebut sudah keluarkan dan diparkirkan di teras rumah dan hendak digunakan untuk pergi ke masjid, namun bannya bocor. Korban pun meninggalkan kendaraan tersebut di teras dan bergegas ke masjid. Namun tiga bocah ini lantas menjadikan kesempatan tersebut untuk mengambil sepeda motor korban. Akibatnya, saat korban pulang dari salat subuh, mendapati kendaraan miliknya sudah tak berada lagi di tempatnya.

Menariknya, Kasatreskrim memastikan jika bukan hanya kasus pencurian kendaraan bermotor kali ini saja yang dilakukan anak-anak tanggung. "Ini bahkan merupakan pengembangan dari curanmor berdasarkan LP Subah sebelumnya," ujarnya.  Diceritakan juga pada 29 Oktober lalu, terjadi curanmor dengan pelaku anak di bawah umur yang dilakukan FP (15), yang merupakan warga Dusun Lembang RT01/2, Desa Sanggau, Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang. FP pun tidak beraksi sendiri, melainkan dengan rekannya Doni yang hingga saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kasatreskrim menjelaskan jika pelaku yang masih pelajar ini ditangkap, lantaran terbukti melakukan pencurian dengan pemberatan (curat) kendaraan bermotor. Yang menjadi korban adalah Devi Sofyan (26), warga Dusun Pengapit RT 04/ RW 02, Desa Madak, Kecamatan  Subah. “Pelaku melakukan aksinya di rumahnya korban, karena saat itu motor korban dalam keadaan tidak berkunci‎ stang di depan rumah,” jelasnya.Kejadian yang berlaku pada 29 Oktober ini, terjadi sekitar pukul 02.00 WIB, sementara ketika itu korban menonton televisi di dalam rumah. “Korban mendengar suara knalpot motor Vixion melewati rumahnya,” ujarnya.

Merasa curiga, korban lalu keluar rumah dan melihat sepeda motornya dengan nomor polisi KB 5307 PH yang sebelumnya terparkir di halaman rumah, hilang. Korban pun melaporkan kejadian ini ke polisi. Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk menangkap pelaku hari itu juga. Dari pernyataan pelaku, sepeda motor ini dilarikan dengan terlebih dahulu merusak kotak kunci motor. Atas perbuatannya, pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP atas perbuatan tindak pidana pencurian dengan pemberatan. (har)

 

Berita Terkait