Polisi Bakar 16 Kg Ganja

Polisi Bakar 16 Kg Ganja

  Sabtu, 19 December 2015 08:16
MUSNAHKAN GANJA: Barang bukti 16 kilogram ganja dimusnahkan di Polresta Pontianak, Jumat (18/12). Ganja yang dimusnahkan ini hasil tangkapan beberapa waktu lalu. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PONTIANAK - Satuan Narkotika Polresta Pontianak berhasil meringkus pengedar dan pembeli sabu. Tiga orang ditangkap saat pesta sabu di sebuah rumah di Jalan Abdurrahman Wahid, Sungai Raya.Dari informasi yang dihimpun, Os diketahui bekerja sebagai petugas keamanan di Bandara Supadio. Dari tangan ketiga orang, diamankan sejumlah barang bukti berupa, dua bungkus plastik klip transparan yang didalamnya berisikan sabu masing-masing seberat 1 gram.

Selain itu, juga diamankan sebutir tablet diduga ekstasi, satu buah bong, satu buah timbangan elektrik, satu buah pipa kaca, satu buah kotak rokok serta tiga unit alat komunikasi.Tersangka, Ro mengatakan barang tersebut dibeli dari seseorang di dekat Rumah Sakit Yarsi Pontianak Timur. “Saya tidak menjual, hanya untuk dipakai bersama-sama dengan kawan-kawan. Beli sama teman, Barang tersebut saya beli sama satu beberapa paket beratnya satu gram," kata tersangka, Jumat (18/12).

Dia menuturkan, saat ditangkap dua rekannya juga ikut menikmati barang haram tersebut. “Saya baru makai, itupun diajari sama kawan-kawan yang suka makai sabu," ucapnya.Wakapolresta Pontianak AKBP Veris Septiansyah, Ro adalah pengedar sabu dengan cara menjual barang haram tersebut kepada teman-temannya. "Tersangka Ro, beli ketemannya, lalu dijual ke teman lainnya dan dipakai bersama-sama," kata Veris.

Veris menuturkan Ro membeli dua paket sabu masing-masing satu paketnya seberat 1 gram. Lalu digunakan bersama-sama. "Dalam penggerebekan itu, juga ditangkap satu tersangka yang statusnya sebagai petugas keamanan di Bandara Supadio," ungkapnya.Veris menegaskan atas perbuatannya tersebut ketiga orang ini yakni Ro, Os dan Sp, dikenakan pasal 111 dan 114 ayat 2 Undang Undang nomor 35 tahun  2009 dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidup atau dipidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sementara itu, polisi akhirnya memusnahkan ganja seberat 16 kilogram milik tersangka H. Tanaman yang dikemas dalam kotak dan dilakban berwarna coklat tersebut dibakar di halaman Mapolresta Pontianak, Jumat (18/12).Veris mengatakan, ganja tersebut merupakan hasil tangkapan pada 28 November 2015. Ganja tersebut dikemas dalam 16 paket masing-masing seberat satu kilogram dan disamarkan menggunakan plastik kemasan jamu.

Veris menegaskan pemusnahan barang bukti sudah menjadi suatu keharusan dan sudah ada kesepakatan antara polisi, jaksa, dan pengadilan "Tersangka mengambil paket ganja di salah satu jasa pengiriman barang di Jalan Pancasila. Memang sudah dibuntuti oleh anggota yang mendapat informasi," kata Veris.Dia mengungkapkan, dari keterangan tersangka, barang tersebut berasal dari Aceh.  Rencananya akan dipasarkan di wilayah Pontianak. "Pengakuan tersangka ganja itu akan dijual per gram seharga Rp30 ribu," ungkapnya.

Masih dari pengakuan tersangka, lanjut Veris, dalam proses pengiriman tanaman haram tersebut melibatkan  seorang narapidana yang di rumah tahanan Pontianak. "Dari pengakuannya, narapidana ini yang  memerintahkan tersangka utk mengambil barang tersebut," sambungnya.Dia menjelaskan upaya pelaku untuk mengelabui petugas cukup cerdik. Proses pengiriman barang menggunakan nama pengirim dan alamat fiktif. "Untuk kepentingan penyelidikan tersangka masih akan diperiksa untuk mendalami. Keterkaitan pelaku lainnya, maupun sumber lainnya," terangnya.

Wakapolresta menegaskan tersangka terancam pasal 114 ayat 2, 111 ayat 2 UU 35 tahun 2009  dengan ancaman hukuman mati. "Jelas perbuatan tersangka sangat membahayakan karena dapat merusak manusia," tegasnya. (adg)

Berita Terkait