Polisi Ajak Masyarakat Kawal Proses Persidangan

Polisi Ajak Masyarakat Kawal Proses Persidangan

  Jumat, 13 November 2015 08:28

Berita Terkait

Kepolisian Daerah Kalimantan Barat melimpahkan berkas perkara eskploitasi dan prostitusi terhadap anak yang melibatkan SB salah seorang pimpinan perusahaan kelapa sawit ke Kejaksaan Negeri Pontianak. DIREKTUR Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Awang Joko Rumitro‎ mengatakan, berkas perkara kasus eksploitasi dan prostitusi yang melibatkan salah satu pimpinan perusahaan kelapa sawit telah dilimpahkan ke kejaksaan pada Senin (9/11). Pihaknya meminta kepada masyarakat untuk mengawal perkembangan proses hukum di kejaksaan maupun di pengadilan.

“Berkas perkaranya sudah kami limpahkan. Kami minta seluruh masyarakat mengawal perkembangannya,” kata Awang, belum lama ini.Menurut Awang, kasus kejahatan seksual terhadap anak, baik eksploitasi maupun prostitusi yang melibatkan anak-anak menjadi pusat perhatian belakangan ini. Pelaku kejahatan seksual ‎ini sebisa mungkin dihukum seberat-beratnya agar pelakunya jera. Kasus eksploitasi yang melibatkan BR mencuat setelah penggerebekan dan penggeledahan yang dilakukan tim Resmob Polda Kalbar di salah satu hotel berbintang di Jalan Gajah Mada terhadap dua tersangka, FR, yang tak lain adalah sepupu korban dan MM, seorang penghubung.

Dalam penggerebekan itu ditemukan sejumlah uang sebesar Rp1,4 juta dari tangan FR. Uang tersebut adalah hasil kesepakatan transaksi yang dilakukan FR terhadap SB, yang tak lain adalah seorang pengusaha asal Pontianak. Korban mendapatkan fee sebesar Rp1,3 juta.Sedangkan dari tangan MM ditemukan uang Rp300 ribu fee hasil dari menghubungkan antara korban dengan tersangka SB.Korban merupakan siswi kelas dua salah sekolah menengah pertama di Pontianak. “Untuk unsur itu kami juga masih kembangkan. Yang jelas usur percobaannya ada. Karena saat dilakukan penggerebekan, keduanya sedang tidak mengenakan pakaian yang lengkap. Korban hanya mengenakan celana penedek tanpa baju, sedangkan tersangka mengenakan celana dalam dan handuk,” jelasnya.

Setelah dilakukan penggerebekan, korban bersama tiga tersangka dibawa ke Mapolda Kalbar untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.Dijelaskan Awang, penggerebekan terhadap dugaan tindak pidana trafficking atau eksploitasi anak di bawah umur ini berawal dari informasi masyarakat, korban terlihat sering pulang malam.Pada keesokan harinya dilakukan penyelidikan dan dugaan yang disampaikan masyarakat itu benar. Setelah diselidiki dan diikuti, korban berboncengan dengan saudara sepupunya, FR berangkat ke salah satu hotel di Jalan Gajah Mada. Kemudian di hotel tersebut mereka mengobrol di warung kopi bersama satu laki-laki yang diketahui berinisial MM. Ketiganya kemudian masuk  ke lobi hotel. Kemudian menuju kamar yang telah ditentukan.

Di dalam kamar, ada seorang laki-laki berinisal SB yang sebelumnya telah menunggu. Selama 10 menit mereka berbincang-bincang. Tak lama kemudian FR dan MM meninggalkan korban bersama SB di dalam kamar.Sesaat kemudian dilakukan penggerebekan oleh petugas. MM dan FR ditangkap dan digeledah. Sedangkan SB ditangkap di dalam kamar bersama korban. Dalam penggeledahan itu, polisi juga menemukan tiga buah alat kontrasepsi.“Berdasarkan pemeriksaan, korban pernah melakukan hal yang sama tiga bulan lalu. Ini yang masih kami kembangkan. Siapa pelakunya dan siapa yang memperkenalkan? Apakah ini merupakan jaringan atau karena alasan lain. Yang jelas, korban mengaku diiming-imingi FR, saudara sepupunya sendiri,” lanjutnya.Demi kepentingan penyidikan, korban dilakukan visum. “Hasilnya nanti kami sampaikan. Tapi tidak sekarang,” pungkasnya. Atas perbuatannya itu, tersangka KR akan dikenai pasal 88 UU Nomor 35 tahun 2014 dengan. “Sementara itu, untuk tersangka MM dan SB dikenai pasal 88 UU Nomor 35 tahun 2014 Jo Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 10 tahun dengan denda Rp5 miliar,” pungkasnya. (arf)

Berita Terkait