Polda Kalbar Amankan 31,361 Kg dan 2.990 Butir Ekstasi

Polda Kalbar Amankan 31,361 Kg dan 2.990 Butir Ekstasi

  Senin, 3 Oktober 2016 19:14
ilustrasi

Berita Terkait

PONTIANAK- Kalimantan Barat merupakan salah satu daratan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dengan wilayah perbatasan sepanjang 867 Km. Terdapat setidaknya 52 jalan setapak yang bisa menghubungkan 30 Kampung di Malaysia.  Belum lagi wilayah perairan, Kalimantan Barat juga memiliki wilayah perairan  terbuka yang langsung berbatasan dengan Negara segitiga emas penghasil Narkotika terbaik dunia, yaitu Myanmar, Laos dan Thailand.

Tak heran jika wilayah perbatasan menjadi pintu favorit penyelundupan barang berbahaya, termasuk narkoba.

Berdasarkan data kasus narkoba yang ditangani Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Barat dan Polres jajaran, dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir (Januari sampai September 2016), menangani 441 dengan jumlah 552 tersangka dan mengamankan 31, 361 Kilogram sabu dan 2.990 butir ekstasi.

Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Drs. SUHADI SW bahwa selain barang tersebut, pihaknya juga menyita  2.336.590 botol minuman keras berbagai Jenis, Ganja 9,140 Kilo Gram  dan Happy Five 39744.

Berdasarkan data yang ada, dari 441 kasus Narkoba yang ditangani Direktorat Reserse Narkoba dan jajaran yang telah tahap dua artinya tersangka, barang bukti dan berkas perkara sudah diserahkan ke Kejaksaan selaku Penunut Umum ada 381 Kasus, terus yang sudah P21 artinya berkas perkara dinyatakan lengkap, tinggal melakukan penyerahan tahap  dua ada 60 Kasus, dengan demikian semua kasus Narkoba selama tahun 2016, dapat dituntaskan tanpa ada tunggakan Kasus.

Jika dilihat dari kasus yang terjadi, lanjut Suhadi, ternyata semua Polres menangani Kasus Narkoba dan rata rata diatas dua puluh kasus, artinya bahwa kasus narkoba tidak boleh dianggap ringan, semua pihak harus ikut berperan serta, mulai dari lingkungan yang paling kecil keluarga, terus melebar di lingkungan sekolah, Lingkungan Adat, tokoh agama dan semua Instansi pemerintah baik sipil maupun TNI dan Polri.

"Kalau hanya mengharapkan dari Polri, BNNP dan BNNK serta TNI, berat rasanya kalau Kalbar bisa bebas dari Narkoba," kata Suhadi.

Berdasarkan data yang ada penangan  kasus yang paling banyak berturut turut, Polresta Pontianak Kota, 96 kasus, Dit Resnarkoba 73 Kasus, Polres Sanggau 44 Kasus, Polres Ketapang 33 kasus,  Polres Mempawah 32 kasus, Polres Singkawang dan Sintang masing masing  29 Kasus, Polres Kapuas Hulu 25 kasus, Polres Sambas  24 kasus dan polres Landak, Polres  Bengkayang Polres Sekadau dan Polres Melawi dibawah 20 diatas 15 kasus.(arf)

Berita Terkait