Pol PP Bekuk lagi Remaja Mabok

Pol PP Bekuk lagi Remaja Mabok

  Sabtu, 13 February 2016 09:29
TERJARING RAZIA: Dua pemuda (tidak berbaju) tertangkap mengonsumsi obat batuk kemasan sachet dan pil penenang untuk fly, saat menjalani pemeriksaan di Kantor Sat Pol PP Kabupaten Kayong Utara. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Delapan remaja yang tengah asyik memadu kasih di kegelapan malam di Pantai Pulau Datok pada Sabtu (6/2) lalu, kembali terjaring razia rutin. Mereka digelandang Satuan Polisi Pamong Paraja (Sat Pol PP) Kabupaten Kayong Utara untuk ditertibkan.

Dalam razia tersebut juga terdapat dua di antara delapan remaja yang tertangkap tangan sedang mengonsumsi obat penenang, serta 30 sachet obat batuk. Ironisnya, salah satu dari remaja tersebut masih tercatat sebagai pelajar di Kayong Utara.Selian melakukan razia di pantai, anggota Sat Pol PP juga mengecek sejumlah penginapan yang ada di Kota Sukadana. Namun untuk yang satu ini, mereka tidak membawa hasil. Para penegak perda tersebut hanya dapat menjaring muda-mudi yang berada di kawasan pantai di atas pukul 22.00 WIB.

Ram (16), salah satu remaja yang terjaring, mengungkapkan jika dirinya sudah lama mengonsumsi obat batuk kemasan sachet tersebut di kala pusing. Selain itu, berdasarkan keterangan remaja salah satu sekolah negeri di Kota Sukadana tersebut, teman-teman sekolahnya juga banyak yang mabuk-mabukan dengan mengonsumsi obat batuk jenis ini.“Saya minum obat batuk itu dikarenakan pusing. Karena diusir oleh orang tua, karena orang tua saya tidak senang dengan penampilan yang sudah berlebihan. Selain saya, di sekolah juga banyak teman-teman saya yang senang mengonsumsi obat batuk itu,” terang pelajar yang mengaku menggandrungi sinetron Anak Jalanan di salah satu stasiun televisi swasta tersebut.

Ironisnya, remaja yang berdomisili di Dusun Siduk, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana tersebut, mengaku selama empat bulan telah menjalani kebiasaannya menenggak obat batuk tersebut, dengan telah diketahui orang tuanya. "Orang tua saya juga tahu saya minum Komix dan saya dimarahi juga dimarahi atas hal ini," cerita dia.Remaja lainnya, Aniasyah (22) juga tertangkap Sat Pol PP saat sedang mengonsumsi obat penenang. Dia tak dapat mengelak jika saat itu sedang menenggak obat penenang. Hal itu sendiri, diakui dia, baru dilakukannya belum lama ini.

“Belum lama saya minum obat itu dan saya ketagihan. Selain obat itu saya juga sering minum arak, (terutama) saat berada di tempat saya berkerja di perkebunan sawit. Dari coba. Sebelumnya arak, di tempat kerja. Sedangkan untuk obat tersebut saya minum sebanyak dua puluh pil sekaligus, yang saya beli dengan harga 24 ribu (rupiah) di apotek,” kata pemuda bertato yang saat diwawancarai masih dalam kondisi mabuk berat. 

Sementara staf operasional Sat Pol PP Kabupaten Kayong Utara, Zauzi, mengungkapkan jika pada Sabtu malam tersebut mereka kembali melakukan patroli. Ketika itu, mereka pun berhasil menjaring delapan remaja yang sedang nongkrong di Pantai Pulau Datok. Remaja-remaja ini dijaring mereka lantaran masih bersatus pelajar di Kayong Utara. Ironisnya, diungkapkan dia, di antara mereka ada yang sedang berpacaran di Pantai dengan keadaan gelap gulita.  

“Di atas jam 10 (malam) kita lakukan kegiatan razia rutin. Ada menjaring delapan pemuda yang sedang asyik berpacaan. Selain itu di antaranya juga terdapat dua remaja laki-laki dari kedelapan remaja tersebut yang kedapatan sedang mengonsumsi Komix sebanyak 30 sachet dan mengeak 20 pil obat penenang yang dibelinya di apotek yang terdapat di Sukadana,” ungkap Zauzi, Kamis (11/2) kemarin.

Untuk kedua remaja tersebut, sebelum diserahkan kepada kedua orang tua mereka, terlebih dahulu ditahan di Kantor Sat Pol PP. Penahanan itu sendiri dilakukan karena melihat kondisi keduanya yang tidak memungkinkan lantaran dalam kondisi fly. “Untuk yang keenam remaja tersebut kita serahkan malam itu juga dengan dijemput oleh masing-masing kelurganya. Sedangkan untuk yang dua itu, kita tahan dulu satu malam. Karena melihat kondisniya seperti telah mabuk berat,” tutupnya. (dan)

 

Berita Terkait