Pokja III TP PKK Ajak Olah Limbah Rumah Tangga

Pokja III TP PKK Ajak Olah Limbah Rumah Tangga

  Sabtu, 28 November 2015 08:51
OLAH LIMBAH: Kegiatan pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik bagi kelompok kerja (Pokja) III TP PKK Kabupaten Kayong Utara dari masing-masing perwakilan setiap kecamatan se-Kabupaten Kayong Utara. HUMASKAB FOR PONTIANAK POST

Berita Terkait

Sampah menjadi hal begitu kritis bagi masyarakat perkotaan yang hingga merambah ke pedesaan. Masalah yang ditimbulkannya seperti banjir serta berbagai macam penyakit kulit, sebagai dampak dari pencemaran akibatkan limbah rumah tangga yang tidak dimanfaatkan secara baik. Hal inilah yang menjadi perhatian Tim Penggerak PKK Kabupaten Kayong Utara, untuk menyelenggarakan pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik bagi kelompok kerja (Pokja) III dari masing-masing perwakilan setiap kecamatan se-Kabupaten Kayong Utara.DANANG PARSETYO, Sukadana

SAAT itu, hari yang cukup terik akan sinar matahari, ternyata tidak mematahkan semangat para peserta dalam mengikuti pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Kegiatan diselenggarakan bagi kelompok kerja (Pokja) III  terdiri dari masing-masing perwakilan kecamatan se-Kabupaten Kayong Utara di Jalan Tanah Merah Sukadana.

Pada kegiata ini, ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kayong Utara, Ny Diah Permata Hildi, melalui sambutan tertulisnya, memberikan tanggapan serta pemikirannya tentang pengelolaan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik bagi pertanian. Dalam sambutan yang dibacakan Munirah, istri orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Kayong Utara tersebut menilai untuk tingkat pedesaan, limbah rumah tangga biasanya dibuang di sungai, dibakar, atau dibuang begitu saja. Bahkan, sambung dia, hanya ditimbun tanpa dilihat limbah tersebut bisa terdekomposisi atau tidak.

“Dapat kita bayangkan jika kebiasaan tersebut menjadi budaya masyarakat. Pastinya pedesaan yang terkenal bersih udaranya, lingkungannya, akan menjadi sejarah. Artinya, pedesaan ini juga akan tercemar akan limbah tersebut. Lalu apa yang bisa kita perbuat untuk mencegah atau mengatasi masalah limbah?” ucapnya saat membuka acara yang digelar di kebun percontohan TP PKK di Jalan Tanah Merah Sukadana, belum lama ini.

Menurut dia, tentunya dalam pemanfaatan limbah rumah tangga, jika dikelola dengan baik, akan dapat memberikan keuntungan ganda. Yaitu, diungkapkan dia, dapat membuat bersih lingkungan dan juga hasil pengolahan limbah dapat bernilai ekonomis. Limbah organik seperti sisa sayuran, buah-buahan, dan daun-daunan, menurut dia, dapat dijadikan pupuk untuk kesuburan tanaman. Sedangkan limbah non organik seperti kertas, plastik, gelas atau kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit, diakui dia, dapat diolah menjadi bahan kerajinan yang memiliki nilai jual.

Sementara itu, Diah dalam sambutan tertulisnya juga berharap agar para peserta dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya, apa yang telah peroleh dari pelatihan yang melibatkan Badan Penyuluhan Ketahanan Pangan Kabupaten Kayong Utara ini. Dia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan sekitar.

“Untuk itu pokja III TP PKK KKU (Kayong Utara), tentunya ingin berbuat sedikit, demi mengatasi dampak adanya limbah rumah tangga, dengan mengadakan pelatihan pengolahan limbah rumah tangga, yakni limbah organik menjadi pupuk dengan sistem yang sederhana, yang dapat diterapkan di rumah tangga kepada kader-kader PKK se-kecamatan dan desa. Dengan harapan setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat menerapkannya sendiri dan menularkan ilmu dan keterampilannya kepada para anggota PKK yang belum sempat mengikuti pelatihan,” tutupnya. (*)

 

Berita Terkait