PNS Narkoba, Pecat!

PNS Narkoba, Pecat!

  Senin, 25 April 2016 10:07
PERANG: Jajaran Polres Kapuas Hulu menyatakan perang melawan narkoba. Jika korps baju cokelat telah memulainya, tinggal seluruh instansi pemerintahan juga menyatakan hal serupa. DOKUMEN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Bupati Kapuas Hulu AM Nasir mengingatkan kepada jajaran pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Kapuas Hulu, untuk tidak coba-coba menggunakan narkoba. Jika ditemukan dan terbukti terlibat, dia memastikan tidak akan ada ampunan. 

Bupati secara tegas memastikan tidak akan bertoleransi dengan pemakai dan pengedar narkoba. Terlebih, dia menambahkan, terhadap aparatur negara yang mestinya menjadi contoh masyarakat.

Kepala daerah baru-baru ini menyampaikan kegundahannya terkait maraknya peredaran narkoba di kabupaten yang dipimpinnya ini. Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut meminta agar kepolisian menindak tegas siapapun yang memakai dan mengedarkan narkoba di daerah ini. Dia tidak ingin generasi penerus bangsa terjebak dalam pusaran narkoba dan pergaulan bebas.

“Saya minta aparat kepolisian tidak ragu, bergerak cepat dan menindak tegas siapapun yang terlibat narkoba!” tegas Nasir pada saat melepas peserta gerak jalan santai yang diselenggara KONI, belum lama ini. Tidak hanya warga sipil, bahkan terhadap PNS, TNI, dan Polri yang terlibat, diminta dia agar ditindak tegas. Karena, diakui dia jika narkoba dan pergaulan bebas merusak generasi penerus bangsa, sehingga harus diputus mata rantainya sejak dini.

Bupati dua priode ini juga mengingatkan para orang tua untuk selalu mengawasi pergaulan anak-anak mereka pada saat di luar. Mereka diminta Bupati agar membatasi anak-anak mereka untuk tidak terlalu bebas bergaul, sehingga bisa menimbulkan hal-hal negatif. “Jaga dan awasi anak-anak kita. Jangan lengah, karena narkoba sangat berbahaya. Kalau dulu hanya di kota, sekarang narkoba sudah masuk desa,” tuturnya.

Dia menyebutkan, memerangi narkoba kini tidak saja menjadi tanggung jawab Polri, BNN, atau TNI, tetapi tanggung jawab bersama. Karenanya, jika masyarakat menemukan dan mengetahui adanya aktivitas jual beli dan penggunaan narkoba, diminta dia agar segera melaporkan kepada pihak yang berwajib. 

Selain peran orang tua, kepolsian, dan masyarakat luas, Bupati juga mengakui peran sekolah dalam memerangi narkoba. Pihak sekolah diminta dia agar mengawasi anak didiknya, jangan sampai terlibat dalam penggunaan dan peredaran narkoba. “Saya minta sekolah-sekolah juga mengingatkan akan bahaya narkoba pada siswa-siswinya. Keberadaan narkoba di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan,” ungkap Nasir.(aan)

Berita Terkait