PNS Berkurang 1.300

PNS Berkurang 1.300

  Jumat, 14 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

SAMBAS - Dalam lima tahun ke depan akan ada sekitar 1.300 an Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Sambas yang memasuki usia pensiun. Hal ini harus diantisipasi agar tak sampai terjadi kekurangan tenaga, salah satunya melalui adanya seleksi penerimaan CPNS yang ditetapkan Pemerintah Pusat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sambas, Dr H Jamiat Akadol MSi MH mengatakan sampai sekarang. Belum ada surat atau pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat mengenai pelaksanaan seleksi CPNS. Sementara disisi lain, di Sambas akan terjadi pengurangan PNS sekitar 1300 orang, dikarenakan pensiun dalam lima tahun mendatang. Diharapkan adanya seleksi CPNS, bisa menjadi langkah antisipasi jangan sampai

terjadi kekurangan.

“Pengurangan yang mencapai 1300 orang tersebut, harus diantisipasi,” kata Sekda Sambas, Kamis (13/10). Di posisi sekarang. PNS yang ada sekitar 7400-an. Jika dikurangi 1300 karena pensiun pegawai, artinya hingga lima tahun mendatang tinggal 6100.

Lantaran mengenai persyaratan yang disebutkan Kemenpan dan RB. Daerah yang bisa melaksanakan seleksi CPNS yang memiliki belanja pegawai dibawah 50 persen. Jamiat Akadol menjelaskan selama sertifikasi, kemudian bantuan ADD dari pusat masuk ke belanja tak langsung. Secara otomatis porsinya akan meningkat, sehingga untuk mencapai dibawah lima puluh persen akan sulit.

“Terlebih, untuk dana perimbangan (dana dari pusat maupun provinsi) porsinya lebih banyak yang masuk ke APBD dibandingkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita,” katanya.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur dalam Rapat Kerja Komisi II DPR RI, Senin (10/10) menyebutkan sebanyak 477 daerah kabupaten/kota bisa menerima CPNS. Sisanya 58 daerah, dilarang keras melakukan rekrutmen pegawai baru.

Sesuai data, 300 kabupaten/kota berada dalam zona hijau, kuning 177, dan merah 58. Zona hijau artinya, belanja pegawainya di bawah 40 persen. Zona kuning belanja pegawainya di bawah 50 persen. Sedangkan zona merah, belanja pegawainya di atas 50 persen.

Daerah-daerah zona hijau posisinya sangat sehat karena belanja public lebih banyak. Yang kuning sudah tanda awas, tapi bisa menerima PNS baru untuk menggantikan PNS yang pensiun‎ meski jumlahnya dibatas. Zona merah, tidak bisa sama sekali menerima pegawai baru.(fah)

Berita Terkait