PMA Kalbar Masuk Enam Besar

PMA Kalbar Masuk Enam Besar

  Selasa, 9 February 2016 08:13
Sri Jumiadatin

PONTIANAK - Realisasi penanaman modal asing di Kalimantan Barat pada 2015 berada pada peringkat ke enam di Indonesia. Pencapaian ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor asing terhadap Kalbar semakin meningkat.

“Kami senang kepercayaan investor terhadap Kalbar cukup tinggi. Ini karena kondisi Kalbar yang aman dan kondusif,” ujar Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kalbar, Sri Jumiadatin seusai bersilaturahmi Tahun Baru Imlek di kediaman Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya, Senin (8/2).Menurut Sri, realisasi penanaman modal asing di Kalbar berada pada peringkat kedua di Pulau Kalimantan. Kalbar berada di bawah Kalimantan Timur. Tingginya realisasi ini diantaranya karena adanya smelter.

Investasi asing tersebut didominasi pengusaha dari Singapura. Diikuti pengusaha Malaysia dan China.“Pada 2015 itu realisasi investasi modal asing itu didominasi smelter bauksit, serta industri kimia dan makanan,” kata Sri.Sri menuturkan realisasi penanaman modal dalam negeri di Kalbar berada pada peringkat 10 di Indonesia. Jika dikumulatifkan realisasi investasi asing dan dalam negeri mencapai Rp22,84 triliun. Jumlah tersebut melebihi target nasional untuk Kalbar yang sebesar Rp22,7 triliun.

“Memang berdasarkan rilis dari BKPM, rujukan investasi baru di luar Jawa adalah Kalimantan. Di Kalbar sendiri pencapaian kumulatif dari tahun ke tahun semakin meningkat,” katanya.Di kesempatan terpisah Wakil Gubernur Kalbar, Christiandy Sanjaya mengatakan pertumbuhan ekonomi di Kalbar berada di bawah yang ditargetkan. Hal ini dipengaruhi perekonomian global.Kalbar saat ini masih mengandalkan karet, CPO, dan tambang. Saat ini proses pembangunan smelter masih dalam proses sehingga menyebabkan sektor andalan tersebut mengalami penurunan.

“Sesuai dengan penekanan dari Presiden RI, bahwa harus terus bekerja sesuai dengan potensi yang dimiliki. Harus ada inovasi dalam menumbuhkan ekonomi,” kata Christiandy.Kendati pertumbuhan ekonomi Kalbar tak mencapai target, provinsi ini termasuk daerah yang menarik perhatian investor. Kalbar berhasil masuk enam besar dalam penanaman modal. Ia berharap kedepannya realisasi tersebut terus meningkat.

Sebelumnya Asisten II Setda Provinsi Kalbar, Lensus Kandri mengatakan pada tahun ini, Pemprov Kalbar juga terus mempromosikan potensi-potensi investasi di wilayahnya. Lensus menyatakan pemerintah tak mengundang investor secara khusus agar mau berinvestasi. Salah satu upaya untuk menarik investor yakni memberi kemudahan bagi investor yang hendak berinvestasi, terutama di sektor industri hilir.Lensus menambahkan tergarapnya sektor industri hilir ini berpengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi Kalbar.“Saat ini baru satu (industri hilir) yang produksi yakni bauksit di Tayan. Kami harap nantinya industri hilir lain juga produksi,” harap Lensus. (uni)