PLTU Bermasalah, Kota Sanggau Gulita

PLTU Bermasalah, Kota Sanggau Gulita

  Senin, 1 February 2016 08:52
GULITA: Gelap gulita juga terlihat di kantor pemerintahan karena pemadaman akibat terjadi masalah di PLTU Sanggau, Sabtu malam. SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU-Warga kota Sanggau, Sabtu (30/1) malam dibuat resah oleh pemadaman lampu secara tiba-tiba. Pemadaman yang terjadi sekira pukul 18.00 itu kabarnya disebabkan adanya masalah di PLTU Sanggau yang berada di Sungai Batu. Akibatnya, Kota Sanggau gulita.

Salah seorang warga, Rahmad mempertanyakan terjadinya pemadaman tersebut. Bukan hanya kali ini, pemadaman sudah seringkali terjadi di Kota Sanggau. Dia berharap kondisi seperti ini dapat segera diperbaiki agar masyarakat tidak resah lagi.“Haduh kalau kondisinya seperti ini terus, kapan kita bisa nikmati layanan listrik secara maksimal. Saya kira PLN mesti tanggaplah dengan kondisi seperti ini,” harap dia.

Sementara itu, pihak PLN menginformasikan bahwa terjadi permasalahan di PLTU sehingga dilakukan pemadaman sementara. Situasi semacam ini mau tidak mau dilakukan. Pihak PLN berharap masyarakat mau mengerti situasinya.“Ada gangguan sedikit di PLTU. Kita masih lakukan koordinasi dengan PLTU, jika pengerjaan memakan waktu lama, maka akan dilakukan pemadaman secara bergantian,” ungkap Manager PLN Rayon Kota, Yoriza saat dikonfirmasi harian ini Sabtu malam.

Sebelumnya juga muncul berbagai keluhan masyarakat terkait dengan kondisi sering byarpetnya listrik di Kota Sanggau dan sekitarnya. Pihak Humas PLN Area Sanggau, M. Noor telah mengklarifikasi keluhan tersebut dan memaklumi complain dari masyarakat.Mengenai kondisi byarpet, Noor yang pernah ditemui harian ini menyampaikan bahwa gangguan jaringan yang sifatnya insiden memang sulit diprediksi. Gangguan seperti dahan pohon maupun cuaca buruk atau masalah pada mesin tidak jarang menjadi penyebab. Dengan kondisi ini, pihaknya juga tidak dapat menjamin keinginan masyarakat secara penuh. Kondisi ini, kata dia, harus dimaklumi oleh masyarakat. Apalagi, byarpet seperti ini tidak terjadi setiap hari.

“Itu yang dapat kami jelaskan. Itulah kondisi rilnya. Kami tidak dapat menolak kritik dari masyarakat. Tetapi, kondisi ini juga harus dilihat secara lebih bijak. Kami tidak membela diri. Apalagi jaringan kabel ‘telanjang’ ini sangat luas dan panjang,” katanya. (sgg)

Berita Terkait