Plat Jiran Keliaran di Badau

Plat Jiran Keliaran di Badau

  Kamis, 15 September 2016 09:30
MULUS : Jalan di PLB Badau semakin mulus, keluar masuk mobil Malaysia pun semakin meningkat dalam beberapa minggu terakhir ini di Badau. FOTO MUSTA’AN

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Hilir mudik kendaraan roda empat (mobil) berplat Malaysia di Badau, kota Kecamatan Badau Kabuaten Kapuas Hulu yang berbatas langsung dengan Malaysia semakin marak. Maraknya penggunaan mobil ini bukan tanpa sebab. Sebelumnya, Negara Malaysia melarang kendaraan roda dua (motor) berplat Indonesia masuk ke Malaysia, juga kebalikannya. Motor ber plat Malaysia pun dilarang melenggang masuk ke Badau.

 
Maklumat itu diberlakukan sejak 1 September 2016.

Namun, Camat Badau, Ahmad Salafuddin tidak membantah soal maraknya mobil plat Jiran keluar masuk wilayah hukum kecamatan Badau. Bahkan, mobil-mobil tersebut merupakan milik warga Indonesia (Badau) yang dibeli secara resmi di Malaysia. Baik beli di Lubok Antu maupun daerah lain yang dekat dengan Badau.

“Pemakaian mobil Malaysia di Badau ini memang meningkat,” ungkapnya.

Dijelaskan Salafuddin, masyarakat perbatasan membeli langsung ke negara tetangga, karena tidak bisa lagi menggunakan kendaraan plat Indonesia ke Malaysia. Sejak Malaysia mengeluarkan maklumat tentang larangan kendaraan roda dua masuk kenegaranya. Malaysia beralasan Maklumat yang dikeluarkan itu sesuai dengan kesepakatan Sosial Ekonomi Malaysia - Indonesia (Sosek Malindo).

Kendati Maklumat negara Jiran itu dipastikan merugikan negara Indonesia, dari sisi pajak kenderaan yang di disetor ke negara Malaysia. Disisi lain masyarakat perbatasan serba salah,  karena selama ini masyarakat menggunakan motor untuk berbelanja ke Lubok Antu.

“Maklumat dari negara Malaysia sudah saya sosialisasikan pada masyarakat, suka tidak suka itu harus dilakukan,” terangnya.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Pratama Nanga Badau, Indra Mustika Wiratama, dikonfirmasi terkait maraknya kenderaan berplat Malaysia keluar masuk perbatasan di Badau mengaku belum mengetahui secara persis hal itu. Menurutnya mobil-mobil Malaysia tersebut merupakan milik warga diperbatasan yang sudah lama dibeli masyarakat dari warganegara Malaysia.

“Mobil-mobil itu sudah lama, kalau yang baru tidak ada. Tapi nanti akan kami periksa,” terang Indra.

Terpisah, Suriadi warga Badau berharap pemerintah Indonesia tegas terhadap kebijakan Malaysia yang dinilai merugikan masyarakat dan pemerintah Indonesia. Menurutnya, kebijakan sepihak dari negara tetangga sudah menjatuhkan martabat bangsa ini, karena telah merugikan negara dari sektor pajak.

Menurutnya, kebijakan Malaysia melonggarkan apapun produk Malaysia masuk wilayah Indonesia atau sebaliknya, memperketat barang dan orang dari Negara Indonesia masuk ke negara Malaysia, membuktikan negara Indonesia lemah.

“Narkotika bisa dengan mudah masuk Indonesia dan lolos dari Malaysia. Sekarang mobil dari Malaysia bebas masuk Indonesia, ini bagaimana?” ungkap dia.

Dia juga mengingatkan pada saat pemerintah Indonesia memberi keleluasan kepada daerah untuk mengelola hutan atau dikenal dengan HPHH 100 hetar Negara Malaysia sangat di untungkan. 100 persen kayu dari Kapuas Hulu masuk Malaysia melalui tangan Apeng warga Malaysia. Sebaliknya, jika ada warga negara Indonesia menebang kayu masuk ke kawasan Malaysia ditindak tegas PDRM. (aan)

Berita Terkait