Plan B Tanpa De Rossi

Plan B Tanpa De Rossi

  Sabtu, 2 July 2016 09:30
Daniele De Rossi

Berita Terkait

BORDEAUX – Antonio Conte harus memutar otak. Menghadapi duel ketat kontra Jerman dalam babak perempat final Euro 2016 di Nouveau Stade de Bordeaux, Bordeaux, Minggu dini hari WIB (3/7), Italia tidak diperkuat gelandang bertahannya, Daniele De Rossi. ''Waktu bagi kami untuk memulihkan cedera De Rossi sudah habis,'' kata dokter timnas Italia, Enrico Castelacci, dikutip dari Football Italia. 

De Rossi mengalami cedera serius di otot pahanya. Cedera itulah yang membuat gelandang AS Roma itu tidak bermain full time saat mengalahkan Spanyol, Senin malam lalu WIB (27/6). Dia hanya bermain sampai menit ke-54. ''Kami sudah melakukan segala upaya untuk memulihkannya. Akan tetapi dengan semakin dekatnya hari pertandingan, kami tidak bisa melakukan apa-apa lagi,'' lanjutnya. 

El Tiempo melaporkan, untuk memulihkan cedera otot paha wakil kapten Italia itu memerlukan waktu antara minimal lima hari. Sementara, jarak waktu antara laga 16 Besar dengan babak perempat final besok hanya berselang empat hari sehingga, tidak mungkin untuk mendapatkan pemain berusia 32 tahun itu fit kontra Jerman. 

Alhasil, plan B pun menjadi perhatian Conte saat ini. Plan B ini adalah mencari solusi pengganti De Rossi di lini tengah. Bukan hanya De Rossi, kekuatan lini tengah Gli Azzurri – julukan Italia – juga sedang krisis setelah Thiago Motta yang terkena sanksi akumulasi kartu. Lalu, Antonio Candreva yang belum pulih dari cedera hamstring-nya. 

Posisi De Rossi yang paling darurat. Karena suami Sarah Felberbaum tersebut tidak tergantikan di jantung permainan Italia selama Euro 2016 ini. Tuttomercatoweb menyebut nama Stefano Sturaro di daftar pengganti De Rossi. Nah, masalahnya, gelandang Juventus tersebut secara taktikal tidak mampu berkontribusi dalam defense. 

Padahal, kontribusi De Rossi selama ini bukan hanya sebagai gelandang bertahan dan sekaligus membantu trio BBC Leonardo Bonucci-Andrea Barzagli-Giorgio Chiellini saat bertahan. De Rossi juga berperan sebagai dirijen ketika Italia merancang serangan dari lini belakang. Kemungkinan yang paling dekat adalah menukar peran Sturaro dan Marco Parolo. 

Secara kemampuan, Parolo lebih mumpuni dalam bertahan dan menyerang. Parolo mempunyai intersep yang bagus, sementara passing-passing-nya termasuk salah satu yang terbaik. Parolo selama di Euro kali ini sudah mencatatkan 78 persen passing komplet. Jika Parolo mengisi peran De Rossi, maka Sturaro akan bermain lebih menyerang bersama Emanuele Giaccherini. 

Beberapa media Italia meyakini formasi bakal berubah menjadi 3-4-3. Formasi itu pernah jadi pilihan Conte di balik kekalahan 1-4 Italia atas Jerman dalam laga uji coba, 30 Maret lalu. Kalaupun tetap dengan 3-5-2, maka Bonucci yang selama ini berbagi tugas dengan De Rossi bisa ditarik lebih maju. Namun, konsekuensinya akan merusak kekokohan trio BBC yang sudah menjadi kekuatan Italia di Euro 2016 ini. 

Dengan ditariknya Bonucci ke depan, Conte bisa memasukkan Angelo Ogbonna mendampingi Barzagli dan Chiellini. Masalahnya, apa Conte berani gambling dengan memainkan Ogbonna? Ingat, Die Mannschaft – julukan Jerman – punya potensi ledakan lebih besar ketimbang Spanyol. Jadi, bisa saja defense Italia keteteran meredam serangan juara Piala Dunia 2014 itu tanpa trio BBC.     

''Segala kemungkinan alternatif kekuatan tim tanpa De Rossi kami pertimbangkan,'' ungkap Conte, dikutip dari ESPN. Karena itulah, mantan pelatih Juventus tersebut berharap supaya tidak ada lagi pemainnya yang mengalami cedera atau kebugarannya mengalami penurunan jelang pertandingan besok. 

''Karena kami membutuhkan pemain dengan tingkat kebugaran yang mencapai 120 persen atau bahkan 130 persen. Dari situlah kami bisa mencari banyak variasi formasi ketika menghadapi Jerman,'' imbuh pelatih yang sudah mencatatkan 58,33 persentase menangnya sejak membesut Italia dua tahun silam. 

Dalam komentarnya secara terpisah, Lorenzo Insigne menegaskan kekuatan tim runner up Euro 2012 itu tidak akan tereduksi. Sekalipun, yang dimainkan Conte nantinya bukan pemain starter reguler Italia. ''Itu karena kami semua adalah starter,'' koar striker yang baru menyumbangkan dua golnya dari 11 caps-nya untuk Italia itu. (ren)

Liputan Khusus: 

Berita Terkait