PKK dan PMI Bantu Korban Kebakaran

PKK dan PMI Bantu Korban Kebakaran

  Jumat, 14 Oktober 2016 09:30
BANTU KORBAN: Hj Erlina Ria Norsan menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

 

SUNGAI PINYUH- Prihatin dengan nasib korban kebakaran Pasar Sungai Pinyuh, Pengurus PKK dan PMI Kabupaten Mempawah menyalurkan bantuan, Kamis (13/10) siang di Posko Bantuan Kebakaran Pasar Sungai Pinyuh. Bantuan berupa uang tunai dan makanan tersebut, diserahkan langsung Hj Erlina Ria Norsan.

“Mohon jangan dilihat dari nilai bantuan yang diberikan. Melainkan inilah bentuk kepedulian pengurus PKK dan PMI terhadap musibah yang dialami korban kebakaran Pasar Sungai Pinyuh,” tutur Ketua TP-PKK Kabupaten Mempawah, Erlina dihadapan korban kebakaran Pasar Sungai Pinyuh.

Erlina yang juga Ketua PMI Kabupaten Mempawah ini mengungkapkan, bantuan yang disalurkan pihaknya berupa uang tunai sebesar Rp 13, 5 juta. Setiap korban kebakaran akan mendapatkan Rp 1 juta. Sedangkan korban yang statusnya menyewa bangunan ruko terbakar akan menerima Rp 500 ribu.

“Ada juga bantuan dari PKK berupa beras sebanyak 10 karung. Setiap karung berisikan 20 kilogram beras. Kemudian, bantuan lainnya berupa mie instan sebanyak 10 dus. Tekhnis pembagian bantuan kami serahkan kepada pengurus posko bantuan kebakaran,” ujarnya.Tak lupa, Istri Bupati Mempawah itu menyemangati para korban kebakaran agar tetap termotivasi untuk bangkit dari musibah tersebut. Caranya dengan terus bekerja keras dan melanjutkan usaha yang telah dirintisnya.

“Kita tidak boleh patah semangat. Jadikan musibah ini sebagai motivasi untuk berusaha lebih maksimal lagi. Karena, saya yakin ada hikmah dibalik musibah ini. Allah SWT sedang menguji dengan musibah. Maka kita tidak boleh terlena dengan ujian tersebut. Kita harus tetap semangat dan berusaha,” serunya.

Lebih jauh, Erlina mengingatkan para korban kebakaran agar segera mengurus dokumen-dokumen penting yang ludes terbakar. Misalnya dokumen berkenaan dengan administrasi kependudukan seperti KTP, KK, Akta Kelahiran hingga Ijazah.

“Para korban bisa membuat laporan polisi terlebih dahulu. Kemudian barulah diproses pembuatannya di instansi terkait. Insha allah nanti akan dibantu dengan kemudah-kemudahan untuk para korban kebakaran,” tutupnya mengakhiri.(wah)

Berita Terkait