PKB PT Finnantara Intiga Disahkan

PKB PT Finnantara Intiga Disahkan

  Jumat, 1 July 2016 09:30
KERJA SAMA: Perwakilan perusahaan partner PT Finnantara Intiga menandatangani PKB periode 2016-2018, disaksikan Kadisnakertrans Kalbar. WANDI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

HASIL dari proses perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Periode 2016-2018 antara PT. Finnantara Intiga dengan Serikat Pekerja Finnantara Intiga (SPFI), yang sudah dilaksanakan dan disepakati pada 19 -20 Mei 2016 lalu, kemarin Rabu (29/6) bertempat di Meranti 3 Room Lt.1,Hotel Mercure Pontianak, sudah ditandatangani dan disahkan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Barat.

Pada acara penandatanganan dan pengesahan PKB tersebut, sekaligus diadakan buka puasa bersama Ramadan 1437 H, dimana setelah proses penandatanganan dilakukan PT. Finnantara Intiga membagikan cinderamata berupa Alquran yang dicetak khusus dari bahan baku kayu Hutan Tanaman Industri (HTI). Selain itu kehadiran Ustadz H. Arif Joni Prasetyo ST MT, sempat memberikan tausiyah menjelang beberapa menit saat berbuka puasa.

Dalam acara penandatanganan dan pengesahan PKB tersebut dihadiri dan diikuti juga perwakilan perusahaan rekanan (Partner) dari PT. Finnantara Intiga, yakni Perusahaan HTI yang memproduksi bahan baku industri Pulp and paper (kertas), seperti PT. Kalimantan Subur Permai (PT. KSP), PT. Daya Tani Kalbar (PT. DTK) dan PT. Asia Tani Persada (PT. ATP) beserta Serikat Pekerja Rimba Khatuslistiwa (SPRK) dan juga turut hadir Perwakilan Manajemennya, sekaligus sebagai saksi dari proses penandatanganan tersebut.

Kepala Disnakertrans Provinsi Kalbar Muhammad Ridwan SH MH mengatakan, melalui Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, mengisyaratkan bahwa para pengusaha dan para pekerja harus membuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ini. Sebab, menurutnya, ini akan menghindari gesekan-gesekan antara para pengusaha maupun pekerja.

Sehingga lanjut Kadisnakertrans Kalbar kedepannya jika ada persoalaan apapun yang menyangkut ketidak puasan maupun tututan pekerja, sehingga menimbulkan demonstrasi  dan lain sebagainya atau sebaliknya. Nah dengan perjanjian ini lah yang akan meredam kedua belah pihak. “Mereka harus merujuk pada Kesepakatan Perjanjian itu,” ujarnya.

Sementara itu, Egidius Erwin Metkono, selaku HR-GA Head PT. Finantara Intiga mengatakan,  bahwa sebagai salah satu bentuk komitment bersama antara perusahaan dan karyawan serta melaksanakan undang-undang, membuat sebuah Perjanjian Kerja Bersama ini sudah semestinya dilakukan oleh perusahaan sebagai dasar perusahaan dalam menjalankan usaha. “Kami selaku manajemen sangat peduli terhadap karyawan dan juga support kepada pemerintahan,” ungkapnya.

Menurut Egi, walaupun begitu alot dalam proses perundingannya, tapi pihaknya berkomitmen bahwa apa yang sudah dihasilkan dari perundingan PKB tersebut harus diterapkan. “Baik perusahaan, karyawan dan pihak manajemen perusahaan harus terapkan hal yang sama sesuai isi perjanjian.” tegasnya.(pms/ser)

Berita Terkait