Pj Kades Sutra dan Wartawan Berdamai

Pj Kades Sutra dan Wartawan Berdamai

  Jumat, 24 June 2016 09:30
DAMAI: Tidak terima akibat pemberitaan dan mengundang kemarahan. Pj Kades Desa Sutera dan Rizal akhirnya berdamai di Polsek Sukadana. DANANG PRASETYO/Pontianak Post.

Berita Terkait

SUKADANA - Tidak terima dengan pemberitaan yang diterbitkan media Online, Pj Kepala Desa Sutra, Farizal ancam wartawan Thetanjungpuratimes.com. Rizal Komarudin melalui Facebook.  Rizal Komarudin merasa perlu mempublis ancaman ini, karena menurutnya pemberitaan yang ia buat beberapa waktu lalu sudah melalui prosedur dan menaati etik Jurnalistik.

“Saya diancam melalui komen di Facebook, bahkan dirinya (Pj Kepala Desa Sutra Farizal) berkomentar kata-kata kotor, yang tidak mencerminkan seorang pemimpin desa. Ia juga mengancam melalui komentar akan membuat hukum sendiri, menurut saya itu sudah merupakan ancaman," ungkap Rizal Komarudin, Selasa (21/6).

Dirinya pun mengaku pernah didatangi Pj Kepala Desa Sutra ke rumahnya di jalan Model, saat itu  Pj Kepala Desa Sutra, Farizal tidak terima dengan pemberitaan tersebut, namun saat ditanya letak kesalahan berita tersebut Farizal tidak memberikan jawaban yang pasti.

“Dia (Farizal) datang ke rumah saya, marah dengan pemberitaan itu, karena dia merasa tidak dikonfirmasi terlebih dahulu. Saat itu saya sempat berkomunikasi  dengan Farizal, terkait keluhan masyarakat (pengerjaan jembatan), tapi pada waktu itu bukan dalam konteks wawancara, sehingga saya tidak memasukan komentaranya pada pemberitaan saya, tapi saya mewawancarai Ketua  BPD (Badan Permusyawaratan Desa),”tutur Rizal.

Terkait ketidakpuasan Pj Kepala Desa Sutra, Farizal, wartawan Thetanjungpuratimes.com Rizal sempat menyarankan yang bersangkutan untuk melaporkan ketidakpuasannya ke jalur hukum, namun yang bersangkutan malah melontarkan komentar bernada ancaman melalui akun Facebook atas nama Farizal Rizal, seperti (Oke, Sebelum ke jalur hukum aku buat hukum sendiri), itulah komentar Pj Kepala Desa Sutra Farizal saat disaran wartwan untuk menempuh jalur hukum.

“Saya sudah sarankan ke dia (Pj Kepala Desa Sutra Farizal) kalau tidak puas tempuh jalur hukum saja, tapi yang bersangkutan malah melontarkan ancaman, “tambahnya.

Diwaktu terpisah, beberapa Wartawan sempat mengajak Pj Kepala Desa Sutra tersebut untuk bertemu di kawasan Pantai Pulau Datuk, pada Selasa (21/6), untuk melakukan mediasi terkait ancaman yang dilontarkannya di Facebook, namun yang bersangkutan malah datang dengan beberapa rekannya, kurang lebih berjumlah 5 orang, dan melontarkan kata-kata yang tidak layak didengar. Saat ditanya Wartawan Tribun Pontianak terkait ancaman yang dilontarkannya di Facebook, Pj Kades Sutra Farizal ini mengakui kalau komentarnya di Facebook benar merupakan ancaman.

“Ya memang benar itu ancaman, memangnya kenapa, kalau mau dikorankan atau di mediakan lagi tidak apa,”terang Farizal dengan nada tinggi.

Dirinya selaku Kades mengaku siap mencopot bajunya jika beberapa media tetap mengangkat kasus dirinya. Bahkan kata yang ia lontarkan yang arahnya keancaman langsung, jika wartawan Thetanjungpuratimes.com  tetap memberitakan terkait dirinya. “Saya siap  cabut baju saya, tapi kamu (Rizal) akan cabut juga,”tegas Farizal sambil menunjuk-nunjuk ke arah wajah wartawan Thetanjungpuratimes.com Rizal.

Satu diantara rekan Pj Kades  Sutra juga sempat melontarkan cacian kepada wartawan Thetanjungpuratimes.com Rizal, bahkan dirinya sempat ingin memukul dan mengajak duel wartawan Thetanjungpuratimes.com Rizal, namun sempat diredam wartawan dan rekannya yang lain.

Atas dasar ancaman dan perbuatan tidak menyenangkan wartawan Thetanjungpuratimes.com Rizal Komarudin dengan didampingi rekan media yang lain melaporkan Pj Kades Sutra, Farizal dan rekannya ke Polsek Sukadana, pada Selasa (21/6) sore.

Setelah dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Pj Kades Sutra Farizal dan beberapa rekannya dipanggil ke Polsek Sukadana, dan dari hasil mediasi, kedua belah pihak yang berseteru sepakat untuk berdamai, dan menandatangani surat perjanjian yang harus dipatuhi.

Diketahui sebelumnya, permasalahan ini terjadi terkait pemberitaan yang dimuat media online, terkait pengalihan pembangunan jembatan di Desa Sutra, yang tidak diketahui pihak Dusun  Payak Itam. Atas pemberitaan tersebut, Pj Kades Sutra Farizal tidak terima, dan melakukan pengancaman, dan perbuatan yang tidak menyenangkan.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tim Investigasi dan Analisis Korupsi (Tindak) Kalbar mengecam aksi yang dilakukan pejabat desa dan beberapa rekannya, karena menurutnya fungsi media ialah menyampaikan informasi kepada masyarakat, tanpa terkecuali pembangunan yang ada.

“Ia itu fungsi wartawan untuk menyampaikan segala informasi, tentunya dengan etik Jurnalis yang sudah diatur di dalam Undang Undang Pers. Kita mengecam sekali ancaman, dan bahasa kotor yang dilontarkan Pj Kades dan rekannya,”ugkapnya.

Dirinya mengharapkan kepada semua pihak untuk memberikan keterbukaan informasi dengan jelas kepada media, karena tugas dan fungsi wartawan sendiri sudah diatur di dalam Undang Undang.

“Saya harapkan kepada seluruh masyarakat, aparat desa, aparat pemerintah untuk dapat mempermudah kinerja wartawan, dan memberikan informasi yang sebenar-benarnya, secara transparan,”tukasnya. (dan)

Berita Terkait