Piton Pemangsa Babi Ditangkap

Piton Pemangsa Babi Ditangkap

  Senin, 20 June 2016 10:24
ULAR PITON : Ular piton yang memangsa ternak babi ditangkap warga besama anggota Polsek Embaloh Hulu, Sabtu (18/6) siang kemarin. Andri Wirawan For Pontianak Post

Berita Terkait

PUTUSSIBAU — Dalam beberapa bulan terakhir ini warga Benua Martinus kecamatan Embaloh Hulu sering kehilangan hewan ternaknya. Setelah dilakukan pengintaian dalam beberapa pekan ini oleh warga dan aparat kepolisian setempat, pada Sabtu (18/6) siang terungkap, hewan ternak yang hilang tersebut dimangsa oleh ular piton (Sawak) dengan panjang 7 meter dan beratnya mencapai 150 kilo.

Kepada Pontianak Post, Bripka Andri Wirawan, Kanit Provos Polsek Embaloh Hulu menceritakan, dalam beberapa bulan terakhir ini, pihaknya menerima beberapa laporan masyarakat terkait hilang nya sejumlah hewan ternak mereka.

Terutama ternak babi yang dikandang tidak jauh dari rumah mereka. Awalnya warga sekitar tak menduga kalau hewan ternak tersebut di mangsa oleh ular piton.

Pada Sabtu (18/6) siang adalah salah seorang warga Benua Martinus menemukan sosok ular pinton besar di tepi sungai batu Mataso dan langsung melaporkan penemuan ular tersebut ke Mapolsek Embaloh Hulu. Menerima laporan masyarakat itu, dia dan anggota polsek lainnya langsung turun ke lokasi penermuan ular itu.Bersama sejumlah warga sekitar, ular piton itu langsung mereka amankan.

“Rekan saya Brigadir Bambang langsung turun ke lokasi untuk mengecek dan mengamankan ular tersebut,” terang Andri.

Dia mengatakan, setelah bermusyawarah dengan warga sekitar, akhirnya di sepakati untuk membelah perut ular piton yang membesar dan diduga sudah memangsa hewan babi milik warga.

“Saat ditangkap ular piton itu tak banyak bergerak, mungkin kakenyatangan,” paparnya.

Lebih lanjut Andri mengatakan, setelah dibelah perutnya oleh warga, ternyata benar ada seekor babi dewasa ternak warga yang ditemukan dalam perut ular piton tersebut. “Panjang ular piton itu diperkirakan mencapai 7 meter dan beratnya kurang lebih 150 kg,” paparnya. Menurut warga, kata dia, ular itu akan mereka dikosumsi, demikian dengan babi yang ditemukan didalam perut ulra piton.

Penemuan dan penangkapan ular piton yang telah memangsa se ekor babi dewasan itu juga dibenarkan oleh Camat Embaloh Hulu Drs. Hermanus Jemayung. Dia mengatkan, ular piton tersebut ditemukan warga di dusun Madang desa Manua Sadap. “Kalau dengar cerita orang tua disini, ular memangsa ternak sudah biasa. Tetapi sejak saya camat disini, mungkin ini yang pertama,” tuturnya.

Informasi yang berhasil harian ini himpun, kejadi ular piton memangsa hewan ternak berupa babi dan sapi bukan pertama kali terjadi di Kapuas Hulu. Hal serupa pernah terjadi kecamatan Mentebah, warga menemukan ular piton tengah memangsa seekor sapi milik warga yang ditambat tidak jauh dari rumah warga sekitar.Ular itu langsung dibunuh warga setempat dan sapi berhasil di selamatkan.

Di Boyan Tanjung, tepatnya dusun Menin warga sering menemukan ular yang penjangnya mencapai belasan meter. Bahkan, pernah ditemukan ular tengah memangsa rusa liar disekitar bekas ladang warga. “Di Menin orang sering melihat ular besar. Apakah ular piton atau kobra belum jelas. Disana juga ada orang hutan yang sering membokar pondok ladang warga,” cerita Ilham warga Menin.(aan)

Berita Terkait