Pipa Terbakar, Kerugian Capai Rp2,5 M

Pipa Terbakar, Kerugian Capai Rp2,5 M

  Selasa, 24 May 2016 09:30
TINJAU KEBAKARAN: Pengecekan lokasi terbakarnya 559 pipa yang ditumpuk di Dusun Parit Bugis, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, dipimpin Wakapolsek Sukadana Iptu Suherianto, kemarin. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Kepolisian Sektor (Polsek) Sukadana mulai melakukan penyelidikan terhadap penyebab terbakarnya 559 buah pipa air bersih di pinggir Jalan Raya Sukadana – Ketapang, di Dusun Parit Bugis, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Minggu (22/5) dini hari. Kepolisian bahkan memperkirakan, insiden kebakaran tersebut menelan kerugian hingga Rp2,5 miliar.

Padahal keberadaan ratusan pipa tersebut semula hendak digunakan untuk pembangunan sarana air bersih Sungai Buluh, demi memenuhi kebutuhan akan air bersih sejumlah kecamatan di kabupaten ini. Proyek yang akan dikerjakan PT Karya Dulur Saroga tersebut, dalam pengerjaannya akan diawasi Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, dengan pagu anggaran sekitar Rp37 miliar.

“Mengenai kasus ini kita telah mengambil tindakan dengan segera mengecek tempat terjadinya perkara (TKP) di Dusun Parit Bugis, Desa Simpang Tiga. Yang mana sebanyak 559 pipa telah terbakar dengan menelan kerugian hingga 2,5 miliar (rupiah). Selanjutnya kami melakukan lidik dengan memeriksa saksi-saksi, untuk menindaklanjuti apakah dalam hal ini ada usur kesengajaan atas terbakarnya ratusan pipa tersebut?” terang wakil Kepala Polsek (Wakapolsek) Sukadana, Iptu Suherianto, ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/5). 

Wakapolsek mengungkapkan bahwa untuk sementara, mereka masih melakukan pemeriksaan terhadap para pihak yang terdiri dari saksi pelapor dan pihak perusahaan. Sedangkan untuk masyarakat, dipastikan dia selanjutnya juga akan turut dilakukan pemeriksaan. “Berdasarkan informasi yang kami himpun dari masyarakat, untuk penjaga malam di tempat penumpukan pipa pada saat kejadian di malam itu sedang makan malam. Jadi saat ini kami masih harus terus melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terang Wakapolsek.  

Sekadar diketahui, selain pipa yang terbakar, pada saat kejadian, listrik pun turut mengalami pemadaman. “Mengenai hal ini, kami imbau kepada masyarakat bahwa adanya pemasangan pipa air bersih, yang mana diperuntukan untuk kepentingan masyarakat Kayong Utara. Kalau memang masyarakat terdapat pro dan kontra, mari kita adakan pertemuan untuk mencari jalan titik temu dalam pemasangan pipa itu sendiri. Dan jangan sampai ada pihak yang main hakim sendiri,” pesan dia.

Sementara itu, informasi dari salah satu warga, Sudianto, jika informasi kebakaran tersebut kali pertama diterima dia dari orang yang tidak dikenalnya. Orang itu, menurut dia, menggedor rumahnya pada dini hari tersebut, dan memberitahukan kepadanya akan kejadian itu.

“Saya digedor oleh orang yang tidak saya kenal, untuk memberi tahu kalau ada kebaran. Selanjutnya saya mengecek, ternyata memang benar, tumpukan pipa telah terbakar, dengan api yang sangat besar. Pada saat itu pula saya menelpon aggota polisi, untuk meminta petunjuk, agar dapat segera menyampaikan informasi ke pihak pemadam kebakaran,” terang warga bermukim selama delapan tahun di Dusun Parit Bugis tersebut.

Pada saat itu pula, dia menambahkan, sejumlah masyarakat yang menyadari adanya kebakaran tersebut, mencoba melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya. Namun, upaya warga diakui dia, tidak membuahkan hasil. Api tersebut, menurut dia, semakin membesar dengan melahap ratusan pipa berbahan plastik. “Pada saat api semakin membesar, warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kebakaran sempat mengungsi. Khawatir api tersebut akan merembet hingga ke permukiman warga,” tambahnya.

Sementara itu, Bintara Pembinanaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) Desa Simpang Tiga, Brigadir Harry M, setelah menerima informasi terbakarnya ratusan pipa tersebut, mengambil langkah dengan menghubungi pemadam kebakaran. Setelah ditangani oleh para pemadam, api baru dapat dijinakkan dengan memankan waktu selama dua jam.

“Saya ditelpon warga kalau ada kebakaran di Dusun Parit Bugis. Informasi itu langsung saya sampikan ke Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD). Untuk lokasi kebakaran yang saya tahu, padahal lokasi tersebut merupakan lahan gambut dan tergenang oleh air. Jadi, untuk sementara mengenai kasus ini masih dalam penyelidikan oleh Polsek Sukadana. Apakah ada sabotase di balik kejadian ini?” ungkap Harry. (dan)

Berita Terkait