Pipa Air Bersih Terancam Dibongkar

Pipa Air Bersih Terancam Dibongkar

  Senin, 30 November 2015 09:49
TERANCAM BONGKAR: Pipa air bersih milik PDAM ini terancam dibongkar SUGENG/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SANGGAU-Pipa dari proyek pipanisai untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Sanggau terancam dibongkar karena adanya proyek perbaikan jalan negara di Kabupaten Sanggau. Mirisnya, pipa tersebut belum selesai dipasang sampai Bodok, Kecamatan Parindu. Yang lebih disayangkan, pipa itu belum berfungsi sama sekali.

Proyek multi years dengan nilai Rp35 milyar ini, belum selesai pengerjaannya karena terdapat kendala teknis dan nonteknis. Pipa juga belum dapat difungsikan, namun, anggaran telah terlanjur dikucurkan, dan kabarnya pemasangan pipa tidak sampai Bodok.“Sekarang pipa yang di Sui Mawang malah dibongkar karena ada pengerjaan perbaikan jalan. Kan jelas merugikan negara,” ujar mantan anggota DPRD Sanggau, Ignatius Dibas.

Menurutnya, pipanisasi ini proyek multi years berasal dari APBD Sanggau. Pada tahun 2010 dianggarkan Rp15 milyar. Kemudian pada dua tahun berikutnya berturut-turut dianggarkan Rp10 miliar. “Perdanya 2010-2012. Perda dibuat 2009 dengan catatan proyek multiyears dapat dikerjakan sebelum masa jabatan bupati selesai,” jelas dia, Minggu (29/11) kemarin.Perda ini, lanjut dia, hanya berlaku sampai 2012 saja. Apabila perda sudah tidak berlaku maka pekerjaan tidak dapat dilanjutkan jika belum selesai. “Ya kalau belum selesai harus audit dulu, tidak bisa dilanjutkan. Tapi ingat ini adalah audit khusus bukan audit rutin tahunan,” katanya.

Dibas mengharapkan proyek ini dapat diketahui secara terang benderang oleh masyarakat. Apalagi proyek ini untuk kepentingan masyarakat banyak. “Kalau terang benderang kan masyarakat juga akan tahu kejelasannya. Selesai atau tidak, terus kalau tidak selesai uangnya untuk apa saja. Lalu kok pemasangannya tidak sampai Bodok,” terangnya.Jika memang proyek ini bermasalah dan sudah diperiksa oleh aparat penegak hukum, Dibas meminta agar penanganan kasus ini dapat segera dituntaskan.

Sehingga kemana uang negara dipergunakan dapat diketahui secara jelas. “Kalau memang audit sudah dilakukan, saya kira hasilnya perlu diketahui masyarakat,” tegasnya.DPRD Sanggau diminta melakukan pengawasan dalam kaitan dengan proyek pipanisasi ini. “Fungsi pengawasan dewan memang penting. Kalau ada yang tidak beres, dewan bisa saja memanggil pekerja maupun juga dinas terkait dengan proyek ini,” harapnya. (sgg)

 

Berita Terkait