Pinggir Sungai dan Tepi Jalan jadi Tempat Sampah

Pinggir Sungai dan Tepi Jalan jadi Tempat Sampah

  Kamis, 15 September 2016 09:30
MENUMPUK: Sampah berserakan di pinggir Sungai Kapuas, tepatnya di belakang Pasar Merdeka, Kecamatan Putussibau Utara, Kelurahan Putussibau Kota, sampai kini tak tertangani.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Pertumbuhan pemukiman dan penduduk Kota Putussibau berdampak langsung pada peningkatan volume sampah di kota ini. Sayangnya, kesadaran masyarakat membuang sampah pada tempat yang disediakan pemerintah masih sangat rendah. Masyarakat ternyata masih membuang sampah  di pinggir sungai dan tepi-tepi jalan, sehingga petugas pengangkut sampah kesulitan membersihkannya.

 
Rendahnya kesadaran masyarakat Putussibau membuang sampah tepat waktu, sesuai waktu yang ditetapkan pemerintah, dan membuang sampah pada tempatnya, tak dipungkiri Nusantara Gawat, kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kapuas Hulu. “Kesadaran masyarakat memang masih sangat rendah. Perlu penerapan sanksi tegas dari pemerintah melalui Perda,” terangnya, Rabu (14/9) siang kemarin di Putussibau.

Bahkan, Gawat mengaku saat dirinya turun langsung bersama petugas kebersihan, yang mengangkut sampah. Mereka sempat menangkap basah seorang warga menggunakan mobil dan melempar sampah di luar bak sampah. “Orang itu sampat saya tarik dari dalam mobil. Dia sempat melawan, terus dia saya panggil ke kantor untuk membuat pernyataan agar tidak ulangi perbuatannya, kalau tidak dilapor ke polisi,” paparnya.

Kedepan, kata Gawat lagi, dipastikan volume sampah akan terus meningkat. Untuk itu dia berharap agar kesadaran dari masyarakat juga mesti ditingkatkan. Salah satu cara meningkatkan kedisiplinan masyarakat dengan membuang sampah pada tempatnya, yang paling efektif menurut dia adalah dengan menerapkan sanksi berat bagi yang tidak disiplin. “Saya sudah mau keras, tapi Kabid saya bilang kalau keras, kami salah, karena belum ada payung hukumnya,” terang dia.

Gawat mengaku, pihaknya sudah berusaha maksimal agar pengelolaan sampah bisa lebih baik. Akan tetapi, dia menyayangkan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya masih minim. Selain kesadaran yang minim, dari segi penganggaran, menurut dia, juga mengalami kendala. Karena, kata dia, pengelolaan sampah sudah beberapa kali beralih dari instansi satu dengan instansi lain, sehingga menjadi tidak fokus.

“Dulu kan sampah dikelola oleh Kantor Lingkungan Hidup, sekarang di Cipta Karya,” jelasnya. Dengan adanya struktur organisasi pemerintahan yang baru ini, di mana pengelolaan sampah tetap di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Gawat berharap pengelolaan sampah dalam Kota Putussibau bisa lebih dimaksimalkan lagi. Selain itu, dia juga berharap agar didukung dengan regulasi yang jelas dan tegas soal sampah ini.(aan)

 

 

 

Berita Terkait