Pilot Lion Air Group Mogok, Banyak Penerbangan Delay

Pilot Lion Air Group Mogok, Banyak Penerbangan Delay

  Rabu, 11 May 2016 09:30
BERSITEGANG: Sejumlah calon penumpang bersitegang dengan petugas maskapai Lion Air. Para calon penumpang tersebut meminta kejelasan penyebab delay pesawat yang akan ditumpanginya tersebut di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Selasa siang kemarin. EDY ARSYAD/FAJAR

Berita Terkait

PONTIANAK– Ratusan penumpang Lion Air Group mengalami keterlambatan penerbangan (delay) kemarin (10/5). Penundaan penerbangan hingga enam jam itu disebabkan aksi mogok kerja para pilot maskapai pimpinan Rusdi Kirana, pengusaha yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden, tersebut. 

Aksi mogok yang dilancarkan sejumlah pilot maskapai Lion Air, di Bandar Udara Ngrah Rai, Bali, kemarin (10/5)  itu pun turut mengacaukan jadwal penerbangan di berbagai wilayah Indonesia. Kendati demikian, di Bandara Supadio efek buruk yang terjadi cukup kecil. Tercatat hanya satu pesawat yang mengalami keterlambatan dan satu pesawat yang gagal berangkat. 

Kedua pesawat yang terimbas tersebut juga berasal dari maskapai Lion Air. District Manager Lion Air Pontianak Irfan Badra mengatakan Pesawat Lion 711 pada pagi hari, kemarin mengalami delay. Sementara ada satu pesawat untuk rute Pontianak-Batam-Medan yang harus gagal berangkat.

“Dari 10 penerbangan di Supadio, hanya 1 saja yang bermasalah yaitu untuk rute Pontianak-Batam. Seharusnya berangkat jam dua siang tadi (kemarin). Tetapi karena imbas aksi mogok menjadi seperti ini. Mungkin karena pesawat yang dipakai dari Bandara lain sehingga terimbas,” jelasnya.

Kendati demikian, dia menyebut, Rabu (11/5) hari ini, penerbangan Lion sudah kembali normal. “Sepertinya sudah diselesaikan di pusat. Kami juga belum tahu informasi rincinya peristiwanya seperti apa. Tetapi besok diprekdisi akan normal kembali,” kata dia.

General Manager Angkasa Pura II Supadio Pontianak, Bayuh Iswantoro juga menyebut  penerbangan aman terkendali. Imbas dari kasi mogok kerja para pilot Lion Air di Bali tak terlalu luas di Bandara Supadio Pontianak. Dia hanya mencatat ada penundaan jam keberangkatan Lion 711 dari Pontianak ke Jakarta. “Dampaknya ada sedikit penumpukan penumpang di terminal, tetapi tidak terlalu padat juga. Saya kira terkendali di sini,” pungkasnya. 

PT Angkasa Pura (AP) I mencatat 18 penerbangan Lion Air Group yang gagal terbang tepat waktu di lima bandara yang mereka kelola. Sebanyak 3 penerbangan delay di Bandara Sam Ratulangi (Manado), 7 penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar), 3 penerbangan di Bandara Internasional Lombok, 3 penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), dan 2 penerbangan di Bandara Adisutjipto (Jogjakarta). Akibatnya, terjadi penumpukan penumpang di bandara-bandara tersebut.

Farid Indra Nugraha, corporate secretary PT AP I, menyampaikan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan perwakilan Lion Air Group di tiap-tiap bandara. ”Kami juga melakukan langkah antisipasi pengamanan terhadap fasilitas dan pengguna jasa dengan pihak terkait,” ucap Farid kemarin. 

MT, salah seorang pilot Lion Air, membenarkan bahwa sejak pagi ada ratusan pilot Lion Air yang melakukan mogok kerja. Alasannya, manajemen telat membayar uang transportasi. Uang itu biasanya diterima setiap bulan berdasar akumulasi penerbangan tiap-tiap pilot. ”Besarannya lumayan lah. Rp 5 sampai 10 juta per bulan,” ungkapnya.

Awalnya uang transpor tersebut diberikan berdasar sistem reimbursement atau diklaim setiap akhir bulan. Namun, para pilot memprotes cara itu karena menganggapnya melanggar perjanjian kontrak kerja. ”Uang transpor harus dibayar di muka sebelum kami pergi,” lanjutnya.

Karena itu, manajemen Lion Air akhirnya mengubahnya menjadi pembayaran di muka. Tetapi, pembayaran malah sering terlambat. Sebagaimana yang terjadi beberapa bulan terakhir. ”Alhamdulillah, pagi kami mogok, jam 10.00 uangnya langsung ditransfer. Kami kerja lagi,” tutupnya. 

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengakui bahwa penerbangan Lion Air dari beberapa bandara mengalami keterlambatan kemarin. Namun, dia tidak membenarkan adanya peristiwa mogok pilot-pilotnya. ”Ada beberapa awak pesawat yang sakit dan beberapa awak yang mengalami permasalahan administrasi,” kilahnya.

Edward menambahkan, semua sudah dapat diselesaikan. Operasi penerbangan sudah berlangsung dengan normal lagi. Tetapi, akibat kejadian itu, diperkirakan masih bakal terjadi beberapa penerbangan yang mengalami keterlambatan. ”Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya.

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan teguran keras atas terulangnya delay panjang tersebut. ”Kami meminta pemerintah tidak jor-joran dalam memberikan izin operasional kepada Lion. Lalu, audit kapasitas sumber daya,” tegasnya. Selain itu, Tulus meminta hak-hak penumpang bisa terpenuhi. Bukan hanya soal makanan, tapi juga refund dan penginapan bagi mereka. 

Direktur Jenderal Perhubungan Suprasetyo segera mengirim teguran kepada pihak Lion Air Group. Teguran tersebut sehubungan dengan performa yang dinilai masih buruk sehingga mengakibatkan delay panjang. ”Kita akan tegur,” tegasnya. Teguran itu, kata dia, akan ditindaklanjuti dengan pembekuan izin rute baru. Lion Air tidak akan diizinkan mengajukan rute baru hingga enam bulan ke depan. (mia/wir/c9/sof)

MENUMPUK: Calon penumpang pesawat memadati pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Selasa (10/5). Keberangkatan penumpang pesawat Lion Air sempat ada keterlambatan menyusul kabar pilot Lion Air mogok. CECEP MULYANA/BATAM POS

 

Berita Terkait