Pilkades Serempak Mulai Digeber

Pilkades Serempak Mulai Digeber

  Kamis, 12 May 2016 10:31
PILKADES: Pencabutan nomor undian calon kepada desa di Desa Simpang Tiga (kiri) dan Desa Sutera (kanan). Pada pencabutan nomor urut pemilihan kepala desa tersebut, diikuti sejumlah desa lainnya di Kecamatan Sukadana. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Lima calon Kepala Desa (Kades) Simpang Tiga periode 2016 – 2022, menyatakan siap menang dan siap kalah dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) secara serentak di Kabupaten Kayong Utara, yang dijadwalkan 4 Juni mendatang. 

Komitmen untuk menang maupun kalah itu diperkuat dalam surat pernyataan sikap, yang ditandatangani seluruh calon Kades. Di Desa Simpang Tiga sendiri, penandatanganan tersebut disaksikan Ketua BPD Simpang Tiga, para kepala dusun, Ketua Panitia Pilkades, serta undangan lainnya, dalam acara pencabutan nomor urut calon Kades di Gedung Serbaguna Kantor Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana, Rabu (11/5).

Pada pencabutan nomor urut calon dan disertai dengan penandatanganan pernyataan sikap ini, dimulai dengan sambutan Ketua BPD Simpang Tiga, Tarmizi. Dalam sambutannya, Ketua BPD berharap agar Pilkades secara serentak di Kayong Utara, khususnya Desa Simpang Tiga, terlaksana dengan aman dan tertib. “Mari bersama-sama sukseskan Pilkades ini. Panitia juga manusia dan untuk kita kita sama-sama bahu membahu agar pesta demokrasi ini berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ajak dia.

Sementara, Sekretaris Panitia Pilkades Simpang Tiga, Kamiriluddin, memaparkan bahwa lima calon Kades yang telah ditetapkan, telah dilakukan penelitian berkas. Dia memastikan jika kelimanya memenuhi persyaratan untuk dipilih. Sedangkan kelima calon berdasarkan urutan ketika mendaftar ke Sekretariat Panitia, disebutkan dia, adalah Rajali, Syaipul Ahyar, Abdul Rachman, Liang Fuk, dan Sri Rejeki Purnamawati. 

Pada saat dilakukan pencabutan nomor urut calon Kades yang berhak dipilih, akhirnya ditetapkan Abdul Rachman mengantongi nomor urut 1, Sri Rejeki Purnamawati (nomor urut 2), Liang Fuk (nomor urut 3), Rajali (nomor urut 4), dan Syaipul Ahyar, nomor urut 5. 

Usai pencabutan nomor urut, para calon juga mengikuti penandatanganan pernyataan sikap siap menang dan kalah pada Pilkades 4 Juni mendatang. Adapun poin yang tertera dalam pernyataan sikap itu di antaranya bersedia melaksanakan dan menyukseskan Pemilihan Kepala Desa priode 2016 – 2022 pada tahun 2016 secara damai, jujur, dan adil berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi dan ketentuan dari Panitia Pemilihan Kepala Desa. Mereka juga diminta untuk bersedia saling menghormati keberadaan dan kebebasan (sesuai aturan perundang-undangan) masing-masing setiap calon, dan senantiasa menghindar segala motif dan bentuk kekerasan. Terakhir, mereka diminta untuk bersedia menyelesaikan setiap masalah yang dihadapi dengan musyawarah/mufakat, atau dengan prosedur dan mekanisme hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selanjutnya, dalam melaksanakan kegiatan penyampaian visi, misi, dan program kepada warga, akan disampaikan dengan cara yang sopan, tertib, mendidik, bijak, dan beradab serta tidak provokatif. Dalam melaksanakan kegiatan penyampaian visi dan misi kepada warga, mereka diharapkan senantiasa mengutamakan persatuan dan kesatuan, demi terciptanya suasana aman, tenteram, dan tertib. Mereka juga diminta untuk bersedia mengedepankan kepentingan bersama, demi suksesnya tahapan pemilihan, dengan selalu bertindak sesuai ketentuan, kapasitas secara rasional, proporsional, dan profesional. Terakhir, dalam pemilihan kepala desa, apapun hasilnya, mereka diminta untuk siap menang dan siap kalah, dengan semangat kompetisi yang sehat dan demokratis.

Sementara itu, pada pencabutan nomor urut Pemilihan Kepada Desa di Desa Sutera, Kecamatan Sukadana, Camat Sukadana Syahrial Solihin berharap agar Desa Sutera menjadi desa percontohan untuk desa-desa lainnya di Kayong Utara. Untuk itu, dia meminta agar pemilihan nanti dapat berjalan dengan aman dan kondusif. 

“Karena Desa Sutera berada di  ibu kota kabupaten, jadi kita harus tunjukkan  kalau kita bisa menjaga lingkungan kita tetap kondusif, aman, dan terkendali,” pesan Syahrial saat menyampaikan sambutannya dalam pengundian nomor urut calon Kades Sutera di Kantor Kepala Desa Sutera, Rabu (11/5) pagi.

Ia mengingatkan, untuk lingkungan desa yang masih erat ikatan hubungan kekeluargaan, kental akan adat istiadat tersebut, jangan dinodai dengan perpecahan, serta saling menjatuhkan satu sama lain antarcalon saat berkompetensi. “Kita di sini bersaudara, tidak ada faedahnya, tidak ada manfaatnya, kalau kita berpecah belah. Kita tidak bisa membangun desa kita yang ada hanya saling rasa  membenci. Jadi, berkompetensilah secara fair, biarkan masyarakat menentukan layak atau tidak kita menjadi pemimpin didesa masing-masing,” imbau dia.

Menurutnya, banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh seorang kepala desa, terutama mengenai penggunaan dana desa yang harus diakomodir dengan baik. Harapan dia, kelak dana desa tersebut digunakan tepat sasaran, di mana pelaporan  pertanggungjawabannya bisa diselesaikan dengan betul, penuh dengan kehati-hatian. Diingatkan dia bahwa Badan Pemeriksa Keuangaan (BPK) nanti akan sering turun ke kabupaten, untuk memeriksa setiap desa secara intensif, mengenai dana yang telah dikucurkan.

Syarial pun sangat berharap agar siapa pun nanti yang terpilih menjadi kepala desa, dapat menyelaraskan program Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara dengan program yang telah direncakan. “Sampai saat ini, masih banyak desa-desa yang tidak sinkron pembangunannya dengan pemerintah daerah. Jadi maunya sendiri-sendiri. Padahal seharusnya desa tersebut dapat lebih fokus pembangunan di desa, sesuai dengan program pemerintah daerah agar satu tujuan,” pungkas Syahrial. (dan)
 

Berita Terkait