Pilih Lokasi di Tiga Pasar Bersejarah Kota Pontianak

Pilih Lokasi di Tiga Pasar Bersejarah Kota Pontianak

  Rabu, 12 July 2017 10:00
GALAKKAN PASAR TRADISIONAL : Survey pasar yang dilakukan sejumlah komunitas dalam rangka persiapan Festival Pasar Rakyat Kote Pontianak 2017 yang akan digelar 22-23 Juli 2017 | SITI SULBIYAH/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Galakkan Pasar Tradisional, Komunitas Gelar FPR 2017

Sebagai salah satu pilar perekonomian, pasar tradisional memiliki peran unik yang tak tergantikan kehadirannya. Disana tercipta suatu interkasi sosial yang menegaskan bahwa pasar tradisional tidak hanya sekedar ruang ekonomi, melainkan juga ruang sosial. Kendati demikian, pasar tradisional selalu diidentikkan dengan berbagai kesan negatif, seperti kumuh, kotor, dan rawan kejahatan.

Siti Sulbiyah, Pontianak

GUNA menggalakkan kembali pasar tradisional serta membuang citra negatif terhadap tempat terjadinya transaksi jual beli tersebut, sejumlah komunitas akan menggelarnya Festival Pasar Rakyat Kote Pontianak 2017. Kegiatan tersebut rencananya akan digelar pada 22-23 Juli 2017 di tiga pasar tertua, yaitu Pasar Kenanga, Pasar Kapuas Besar, dan Pasar Tengah.

Koordinator Program Komunikasi FPR 2017, Gusti Enda mengatakan bahwa digelarnya FPR 2017 ini sebagai langkah awal untuk menggalakkan dan mengajak masyarakat untuk datang ke pasar tradisional. Dengan mengusung tema #PegiPasarYok, secara tidak langsung menghimbau kembali kepada masyarakat bahwasanya, pasar tradisional bukan hanya sebuah tempat perdagangan semata.

“Pasar tradisional juga merupakan warisan turun temurun yang juga dapat menjadi salah satu objek wisata dan pembelajaran untuk lebih mengenal tradisi dari berbagai budaya yang ada di Kota Pontianak,” ungkapnya kepada Pontianak Post, Senin (10/7).

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komunitas akan menampilkan berbagai kesenian, seperti musik, tari, teater dan sastra. Adapula visual art exhibition seperti fotografi, film, serta sosialisasi dari berbagai komunitas sosial. Komunitas yang akan tampil nanti dipastikan tidak akan menganggu aktifitas pasar seperti biasanya. Bahkan melalui berbagai kesenian, masyarakat yang berkunjung akan terhibur dengan penampilan yang disuguhkan. “Teknisnya nanti kami akan tampilkan berbagai kesenian ditengah aktifitas jual beli disana. Misal nanti ada yang membaca puisi diantara satu lapak dengan lapak lainnya,” tuturnya.

Jelang kegiatan FPR 2017, pihak penyelenggara telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang. Mereka juga telah membantu dan mengedukasi pedagang bagaimana menata lapak dengan baik sehingga terlihat lebih rapi. Tidak hanya itu, rencananya satu pekan sebelum kegiatan, beberapa kemunitas akan turun dalam kegiatan membersihkan pasar tradisional. “Pre event, akan diadakan Gemar atau Gerakan Membersihkan Pasar, yang digelar pada 16 Juli 2017. Kegiatan ini melibatkan komunitas lingkungan, personal,  dan kelompok kumunitas yang ingin terlibat,” ucapnya.

Festival Pasar Rakyat Kote Pontianak 2017, merupakan festival pasar pertama yang dilaksanakan di Pontianak. Bekerja sama dengan Yayasan Danamon Peduli serta Disperindag Kota Pontianak, festival ini diprakarsai oleh para komunitas dari berbagai sektor.

Digelarnya FPR 2017 ini mendapatkan apresiasi positif oleh Ketua Rumah Muda Kreatif (Rumaktif), M Rizal Edwin. Menurutnya momen ini merupakan peluang yang baik nagi Kota Pontianak untuk bisa dikenal banyak orang baik di dalam maupun luar negeri.

“Kita apresiasi kepada Yayasan Danamon peduli, yang memilih Pontianak untuk dilaksanakannya Festival Pasar Rakyat. Sebagai orang Pontianak harus Bangga, karena ini kesempatan kite mengenalkan Pontianak lebih maksimal. Kite harus akui, banyak even taraf nasional dan internasional bahkan dilaksanakan di Pontianak tapi tak sedikit yang hanya bisa dinikmati segelintir orang saja, itupun orang lokal,” ujarnya. (*)

Berita Terkait