Pilih Anggota BPD, Bangga Pakai Telok Belanga

Pilih Anggota BPD, Bangga Pakai Telok Belanga

  Selasa, 12 April 2016 10:25
TELOK BELANGA: Anggota pemilihan BPD, mengenakan busana Telok Belanga. Demokrasi dengan kearifan local. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Ada yang beda saa pemilihan Anggota BPD Semangau, Kabupaten Sambas. Di tengah nuansa demokrasi, warga tetap berusaha menjaga adat istiadat. Seluruh petugas pemilihan mengenakan busana adat Melatu, Teluk Belanga. FAHROZI- Sambas

AHAD (10/4), warga Desa Semangau memiliki hajat. Memilih anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) periode 2016-2022. Kegiatan yang dilaksanakan di kantor desa setempat itu lain dari pada yang lain. Ya, dalam pelaksanaan demokrasi tingkat Desa tersebut. Panitia pemilihan anggota BPD mengenakan baju khas melayu Sambas, yakni Teluk Belanga.

“Ini memang sudah menjadi niat kita, semua panitia mengenakan baju adat. Kita ingin pelaksanaan pemilihan menarik,” kata Sekretaris Panitia Pemilihan BPD Semangau, Afsanudin S Hum, kepada wartawan.
Hal ini juga bagian dari melestarikan nilai-nilai budaya, khususnya Sambas. Lantaran Teluk belanga merupakan pakaian adat melayu Sambas. Dengan demikian, potensi kekayaan budaya ini terus tetap dicintai.
“Semua panitia yang dilibatkan dalam pemilihan mengenakan telok belanga,” katanya. Teluk Belanga merupakan pakaian adat Melayu, termasuk di Kabupaten Sambas. Biasanya baju ini polos (tak bermotif) dan terkadang berwarna kuat namun teduh seperti merah, kuning, biru serta lainnya. Biasanya antara baju dan celana berwarna sama.

Kemudian diantara baju dan celana, dikenakan kain sarung. Biasanya untuk laki-laki, menggunakan songkok atau peci sebagai penutup kepala. Dan baju ini sering dikenakan acara adat termasuk saat pernikahan serta adat lainnya.

Pemilihan Anggota BPD Semangau dilaksanakan, karena kepengurusan sebelumnya yakni peiode 2010-2016 telah berakhir. Sehingga Kepala Desa Semangau, Puhadi membentuk Panitia Pemilihan periode 2016-2022 yang diketuai Parijan S Pd SD.

Kepanitiaan telah melaksanakan beberapa tahapan, diantaranya penjaringan bakal calon, dimana di tahap ini ada 14 orang yang mendaftar, delapan laki-laki dan enam orang perempuan.
Setelah itu, dari balon yang mendaftar, dilakukan seleksi, kemudian sebanyak 14 orang dinyatakan resmi menjadi calon dalam tahapan penetapan calon. Dilanjutkan penyampaian visi dan misi calon.

“Setelah tahapan tersebut, pada Minggu (10/4) dilaksanakan pemungutan suara, dan lima yang memperoleh suara terbanyak akan ditetapkan sebagai pengurus BPD, mengenai siapa ketuanya, mereka berlima nanti yang akan menentukan,” katanya.

Dalam pemilihan, data pemilih di Desa Semangau, sebanyak 999 orang terdiri dari laki-laki 489 dan perempuan 510 orang. Dari jumlah tersebut, yang hadir memberikan hak suaranya, sebanyak 571 orang, dengan rincian surat suara sah sebanyak 558 dan surat suara tidak sah sebanyak 13. Saat pemilihan suara dilaksanakan. M Nur memperoleh 137
suara, Mustakim (80 suara), Masniah (49 suara), Julianti (42 suara) dan Hadianto (38 suara).

Kepala Desa Semangau, Puhadi mengatakan setelah terpilih pengurus BPD. Ke depannya bisa bersinergi dengan Pemerintah Desa dalam rangka membangun Semangau lebih baik lagi. “Kita harapkan pengurus BPD yang terpilih benar-benar bisa bersinergi dengan Pemerintahan Desa, membangun desa kita agar lebih baik lagi,” kata Puhadi.

Dirinya juga berpesan, BPD benar-benar maksimal dan tahu dengan tugas pokok dan fungsinya, sebagai penyalur aspirasi masyarakat dan bersama Pemerintah desa menyelenggarakan pembangunan desa yang berkelanjutan, menuju masyarakat makmur sejahtera. (*)

Berita Terkait