Pilgub Bali, PDIP Usung Koster-Cok Ace

Pilgub Bali, PDIP Usung Koster-Cok Ace

  Minggu, 12 November 2017 09:00
Cagub Bali: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (dua dari kiri) memberikan surat rekomendasi kepada pasangan Calon Gubernur Bali I Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha di kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Sabtu (11/11). HENDRA EKA/JAWA POS

Berita Terkait

JAKARTA – PDI-Perjuangan terus memanasi mesin politiknya dalam menghadapi pilkada 2018 mendatang. Setelah mendeklarasikan pasangan untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, kemarin (11/11) partai banteng mengusung I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace pada Pilgub Bali.

Pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kantor DPP PDIP Jalan Diponegoro kemarin. Koster merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PDIP. Sekarang dia sebagai anggota Komisi X yang membidangi pendidikan.

Menurut Mega, Koster merupakan kader yang berpengalaman. Latar belakang akademiknya tidak diragukan lagi. “Dia doktor. S1 di ITB dan S3 di Universitas Negeri Jakarta,” terangnya saat memulai pengumuman pasangan calon. Pihaknya tidak sembarangan menentukan calon gubernur. 

Sedangkan calon wakil gubernur, kata Mega, dia memilih Cok Ace sebagai pendamping Koster. Cok Ace merupakan seorang seniman dan juga dosen di Universitas Udayana. Ketokohan Cok Ace tidak diragukan, karena di merupakan keturunan Raja Ubud.

Mega berharap, pasangan Koster – Cok Ace bisa kompak. Jika nanti terpilih, keduanya bisa bekerja sama dengan. Jangan sampai baru setahun sudah tidak akur dan ribut sendiri. Dia meminta kepada semua kader untuk memenangkan pasangan yang sudah dideklarasikan itu. Bali, kata Presiden ke-5 itu, merupakan basis PDIP. Kemenangan dalam pilkada harus diraih. 

Pada pilkada lima tahun sebelumnya, PDIP harus menerima kekalahan. Menurut dia, kekalahan itu tidak boleh terulang lagi. Sampai sekarang Mega merasa kemenangan yang diraih lawannya itu terasa aneh. Ia tidak tahu bagaimana kemenangan itu bergeser ke tangan orang lain. “Tidak perlu saya ceritakan cara mereka,” tutur dia.

Suami almarhum Taufiq Kiemas itu mengatakan, jika cara yang dilakukan masih seperti itu, maka demokrasi tidak akan berjalan dengan baik. Menurut dia, ada hal negatif yang dilalukan dalam pesta demokrasi itu. Pihaknya tidak akan melakukan cara-cara yang tidak sehat itu. Ia meminta semua kader melakukan cara yang positif. “Gunakan demokrasi yang positif, jangan yang negatif,” ucapnya.

Dia juga berpesan agar kepala daerah yang diusung PDIP bisa melaksanakan pembangunan nasional semesta berencana. Setiap daerah harus bekerjasama dan bersatu padu untuk menciptakan konsep pembangunan itu. Maka, kata dia, dalam memilih calon kepala daerah, ia tidak sembarangan. Calon itu harus bisa menjadi pemimpin yang bisa membangun daerahnya.

Koster mengatakan, pihaknya siap melaksanakan konsep pembangunan nasional semesta berencana jika terpilih menjadi Gubernur Bali. Selama ini, beberapa daerah di wilayah Bali sudah melaksanakan pembangunan dengan baik. “Kami akan bersinergi dengan seluruh potensi yang ada,” kata dia.

Setelah ini, ucapnya, dia bersama Cok Ace akan fokus melakukan konsolidasi di internal partai. Semua elemen dan infratruktur partai harus bergerak bersama untuk meraih kemenangan dalam Pilkada 2018. Semua kader harus solid dalam merebut kemenangan dalam pesta demokrasi tahun depan. 

Dia juga sudah melakukan komunikasi dengan partai lain. Saat ini, ada dua partai, yaitu PAN dan PKB yang intens yang melakukan komunikasi dengan PDIP. “Arahnya, PAN dan PKB akan mendukung kami,” ucapnya. Dia juga akan mengajak partai lain untuk bergabung bersama PDIP.

Koster mengatakan, dalam pilkada, ia akan melakukan demokrasi yang santun dan tidak menggunakan cara-cara yang tidak sehat. Pihaknya ingin menunjukkan demokrasi yang positif. (lum)

Berita Terkait