Pijakan Pertama Scudetto

Pijakan Pertama Scudetto

  Minggu, 18 September 2016 10:22

Berita Terkait

MILAN – Derby d'Italia. Julukan yang diberikan kepada jurnalis Italia itu Giovanni Brera 1967 silam mungkin tidak semenarik pada awal 2010. Sebabnya, Juventus yang sekarang begitu perkasa dengan memenangkan delapan dari sepuluh pertemuan di seluruh kompetisi terakhir.

Meski demikian, Juve tetap mempersiapkan dengan serius lawatan mereka ke Giuseppe Meazza pada giornata keempat malam nanti. Bagi allenatore Massimiliano Allegri, kemenangan atas Inter tidak hanya menjadi pelipur kegagalan mereka mengais poin sempurna saat menjamu Sevilla di Liga Champions (15/9).

Namun juga menjadi pijakan pertama mereka untuk mempertahankan scudetto kali keenam beruntun. ”Ada 3-4 laga yang begitu menentukan di akhir musim. Ini salah satunya,” kata Allegri dalam konferensi pers tadi malam (17/9) sebagaimana dilansir dari Football Italia.

Kans klub asal kawasan Lombardy tersebut untuk bisa mengandaskan Nerazzurri, sebutan Inter, begitu besar.

Selain statistik pertemuan yang sangat memihak Si Nyonya Tua, julukan Juve, performa Inter begitu limbung. Mereka baru memperoleh satu kemenangan dari empat pertandingan terakhir di semua ajang.

Kekalahan 0-2 dari Hapoel Beer-Sheva Jumat dinihari WIB (16/7) pun membuat posisi pelatih Frank de Boer diujung tanduk sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman di ruang ganti. Namun, Allegri menolak segala fakta tersebut. Secara tidak langsung, arsitek yang sempat didekati oleh Chelsea itu berkata bahwa bola itu bundar sehingga segalanya bisa terjadi selama 90 menit.

”Yang akan kami lawan bukanlah Inter yang baru saja kalah di Europa League,” tutur Allegri. ”Mereka pasti berusaha membuktikan bahwa mereka berada di level yang sama dengan Juve,” jelasnya.

Meski sudah mengatakan tidak akan memandang remeh Inter, Allegri berujar bakal melakukan rotasi. Dia tidak ingin Gianluigi Buffon dkk kelelahan dengan jadwal partita yang sangat menumpuk. Selama satu pekan, setidaknya klub dengan julukan Nyonya Tua itu harus menghadapi tiga agenda dengan masa recovery hanya tiga hari.

Pasca menantang Inter, Juve bakal kembali ke Turin untuk menjamu Cagliari Kamis dinihari (22/9), dan kemudian terbang sejauh 903 km untuk bertandang ke Stadion Renzo Barbera, markas Palermo (24/9).

”Aku butuh semua orang,” papar Allegri. ”Tim yang menjadi pemenang diakhir musim adalah tim yang bisa memaksimalkan seluruh pemainnya,” paparnya kembali.

Stephan Lichtsteiner dan Sami Khedira menjadi nama yang sudah pasti mendapat jaminan inti dari arsitek 49 tahun tersebut..

Masuknya Lichtsteiner tidak hanya karena dia berada dalam kondisi bugar karena namanya tidak masuk kedalam skuad Liga Champions, bek anyar Dani Alves diragukan tampil karena berkutat dengan rasa sakit di pahanya.

Kemudian di lini tengah, belum ada yang bisa menggantikan peran Khedira sebagai pemain box-to-box.

Tidak hanya kuat dalam mengawal lini kedua pertahanan Juve, Khedira juga memiliki passing dengan tingkat akurasi yang bagus. Setiap laganya, eks pilar Real Madrid asa Jerman tersebut melepaskan 85,3 persen passing sukses. Yang tinggal dilakukan Allegri adalah menentukan lini depan. Gonzalo Higuain kemungkinan bakal kembali bertandem dengan Paulo Dybala.

Ini bakal menjadi persaingan antara Higuain dengan rekan senegaranya sekaligus il capitano Inter, Mauro Icardi, dalam urusan menjebol gawang masing-masing.

Higuain misalnya. Sejak datang ke Italia pasca dibeli Napoli 2013 silam, attaccante berjuluk El Pipita tersebut telah mencetak lima gol dalam delapan pertemuan kontra Inter. Adapun rekor Icardi lebih bagus dengan enam gol selama tujuh kali bertemu Bianconeri, julukan lain Juve.

Opsi lain adalah memberi debut starter kepada winger Kroasia Marko Pjaca. ”Aku akan berusaha membuktikan kepada rekan setim, pelatih, dan fans bahwa aku bisa memenuhi ekspektasi mereka,” kata Pjaca kepada Sky Sport Italia.

Lebih lanjut, bek Juve Leonardo Bonucci mengatakan melawan La Beneamata, sebutan lain Inter, pastinya bakal menyulitkan.

”Namun, kami datang dengan status kehilangan poin di Eropa. Jadi, ambisi kami untuk lapar akan kemenangan sangatlah besar,” koar Bonucci sebagaimana dikutip dari situs resmi klub.

Terpisah, di tengah derasnya kritikan akan performa mereka yang labil, De Boer mengaku masih percaya Inter bisa mempermalukan Juve di depan publik sendiri.

”Juventus sangat solid sebagai tim. Namun, di musim lalu kami bisa membuktikan bisa mengalahkan mereka,” kata De Boer kepada Football Italia. ”Aku ingin melihat semangat seperti itu lagi dari tim besok (malam nanti),” lanjut meneer yang musim lalu membesut Ajax Amsterdam itu. (apu)

Berita Terkait