PHBI Gelar Sunatan Massal di MHU, Diikuti 50-an Anak-anak Kurang Mampu

PHBI Gelar Sunatan Massal di MHU, Diikuti 50-an Anak-anak Kurang Mampu

  Selasa, 9 February 2016 10:25
SUNATAN MASSAL: Kegiatan sunatan massal yang berlangsung di Puskemas Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, belum lama ini, yang diikuti sekitar 50-an anak-anak kurang mampu. ISTIMEWA

Berita Terkait

KETAPANG – Suara tangisan anak-anak berusia sekitar 10 tahun tak terhindarkan di Puskemas Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU), Sabtu, 6 Februari lalu. Sebanyak 50-an anak mengikuti khitanan(sunatan) massal yang dilakukan Panitia Hari Besar Islam (PHBI)Kabupaten Ketapang. Sunatan massal ini semula diagendakan akan dibukaoleh Penjabat (Pj) Bupati Ketapang, Kartius, tetapi diwakilkan kepada Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Hj Utin Syamsiah.

Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ketapang, Syamsial menyampaikan dukungan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan sunatan massal tersebut. Karena itu, diharapkan dia agar kegiatan ini dapat diikuti dengan sebaik-baiknya dan terus ditingkatkan di masa-masa yang akan datang. “Kegiatan khitanan massal seperti yang akan kita laksanakan sekarang ini, merupakan kegiatan yang bersifat sosial dan sangat membantu terutama kepada masyarakat yang kurang mampu,” kata Pj Bupati dalam pesan tertulisnya yang disampaikan Syamsiah.

Oleh karena itu, ia mengajak agar hendaknya kegiatan ini dibudayakan untuk mendidik masyarakat, agar bersifat sosial dan peduli terhadap penderitaan orang yang kurang mampu. Disampaikan dia juga bahwa kondisi perekonomian saat ini sudah mulai stabil. Masyarakat pun diajak dia untuk dapat mempertahankannya. Selain itu disampaikan dia bahwa sedikit demi sedikit pemerintah telah berusaha untuk meningkatkan perekonomian.

Dalam pesan tertulisnya, Pj Bupati berharap agar anak-anak ini dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Jangan sampai pendidikan anak terputus di tengah jalan. Karena itu sebagai orang tua, maka kita harus mendorong kehidupan masa depan anak-anak kita, sehingga mereka akan menjadi sumber daya manusia yang dapat berperan secara luas dan memacu proses pembangunan masyarakat,” kata dia.

Tidak kalah penting, Pj Bupati juga berpesan agar pendidikan agama juga ditekankan kepada anak-anak ini. Pasalnya dia yakin, selain ilmu pengetahuan, pemahaman keagamaan akan menentukan kecerdasan dan kemampuan anak bangsa di masa yang akan datang. Dikatakannya, salahsatu tugas pokok pembangunan adalah meningkatkan kecerdasan danmembentuk kepribadian bangsa, agar dapat tumbuh dan berkembang menjadi bangsa yang maju, berbudaya, dan terhormat. (ser)

Berita Terkait