PGN Amankan Pasokan Gas Alam

PGN Amankan Pasokan Gas Alam

  Senin, 25 April 2016 09:30
PENGIRIMAN GAS: FSRU (Floating Storage Regasification Unit) Lampung yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menerima pengiriman LNG dari kilang LNG Tangguh, Papua di perairan Labuan Maringgai, Lampung. Tahun ini FSRU Lampung akan menerima 1,1 juta kaki kubik LNG untuk disalurkan ke berbagai segmen konsumen. HUMAS PGN

Berita Terkait

JAKARTA – Di tengah lesunya produksi migas Indonesia Bagian Barat, PT PGN Tbk memastikan tambahan gas alam cair untuk Sumatera Bagian Selatan dan Jawa Barat. Kemarin fasilitas floting storage and regasification (FSRU) Lampung menerima pasokan energi dari Kilang LNG Tangguh, Papua.

Tahun ini, BUMN energi itu akan mendapat pasokan sampai 1,1 juta meter kubik gas alam cair. Nah, pengiriman yang dilakukan kemarin merupakan kali kedua. Kargo pertama sudah diterima 2 April lalu. ’’Untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia Barat dan Tengah,’’ ujar Dirut PT PGN LNG Indonesia Mugiono.

Kargo yang dibawa berlayar satu minggu dari Papua itu berisi sekitar 137.700 meter kubik LNG. Hingga saat ini, proses bongkar muat atau ship-to-ship transfer (STS) masih berlangsung di FSRU Lampung. Fasilitas itu berada di sekitar 21 kilometer dari tepi pantai Labuan Maringgai, Lampung.

Setelah proses bongkar selesai, lanjut dia, LNG melalui regasifikasi sebelum disalurkan. Setelah itu, dari FSRU Lampung, gas mengalir melalui lewat pipa bawah laut menuju stasiun penerima di Labuan Maringgai. ’’Sampai pelanggan PGN di Jawa Barat dan Sumatera Bagian Selatan lewat pipa South Sumatera West Java (SSWJ),’’ urainya.

Anak perusahaan PGN yang mengelola FSRU Lampung itu memastikan pasokan tidak hanya berhenti pada Kilang LNG Tangguh, Papua. Sebab, mereka masih mencari sumber lain untuk memastikan keamanan pasokan energi. ’’Negosiasi masih berlangsung untuk dapatkan kargo tambahan dari sumber lain,’’ terangnya.

Direktur PGN Danny Praditya menambahkan, gas alam cair yang diterima akan disalurkan untuk berbagai kebutuhan. Selain sektor industri, komersial, UKM, dan rumah tangga, FSRU Lampung ditujukan untuk sektor kelistrikan. Termasuk mendukung proyek 35 ribu mw.

’’Terutama untuk pembangkit yang ada di Jawa Bagian Barat, Sumatera Bagian Selatan, Kepulauan Riau, dan Bangka Belitung,’’ ujar Danny. Dia memastikan dukungan tersebut lancar karena perusahaan sudah mengembangkan mini LNG sea transportation. Kapal mini LNG itulah yang akan membawa LNG ke pembangkit listrik.

Melalui kapal itu, PGN sebenarnya bisa memperluas area penyaluran LNG dari FSRU Lampung. Misalnya di Pulau Sumatera maupun Kalimantan. FSRU Lampung saat ini memiliki kapasitas penampung LNG 170 ribu m3 dan regasifikasi 240 mmscfd (juta kaki kubik per hari). (dim/c19/oki)

Berita Terkait