Petugas Damkar Terkendala Sarana

Petugas Damkar Terkendala Sarana

  Kamis, 22 September 2016 10:13
PEMADAMAN: Petugas BPK Sambas terlihat membawa peralatan untuk memadamkan kebakaran lahan gambut di jalan Lingkar Kartiasa, Sambas. OZY/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

SAMBAS – Sekitar 20.00 WIB, petugas dari Badan Pemadam Kebakaran (BPK) Sambas baru bisa memadamkan kebakaran lahan gambut di jalan Lingkar Kartiasa, Desa Saing Rambi yang terjadi pada Selasa (20/9) sejak pukul 14.00 WIB.

Sekretaris BPK Sambas, Yakob Pujana yang juga anggota DPRD Kabupaten Sambas bersama dengan petugas pemadam kebakaran. Langsung turun ke lokasi begitu mendengar adanya lahan gambut yang terbakar. 

Berbekal satu tangki air, BPK Sambas berupaya memadamkan api. Namun karena luasan dan lahan gambut yang ada. Mengalami kekurangan air. Sementara, untuk sumber air yang bisa diambil untuk mengisi tangki, jaraknya beberapa Kilometer dari lokasi.

“Karena kita hanya ada satu mobil tangki. Harus bolak balik lah, untuk mengisi air jika tangki sudah kosong. Sehingga pemadaman yang dilakukan kurang efektif, Begitu ditinggal mengambil air, api akan muncul kembali,” kata Yakob Pujana, Rabu (21/9).

Kondisi ini menyebabkan lahan gambut yang terbakar. Bisa dipadamkan sekitar enam jam berikutnya dibantu oleh pihak kepolisian. “Kondisi inilah yang sering kita hadapi saat turun memadamkan kebakaran lahan,” katanya.

Sementara, sebutnya, sarana BPK Sambas sangat terbatas. Sehingga pihaknya sangat berharap, adanya bantuan dari pemerintah atau siapapun. Agar peralatan yang dimiliki bertambah dalam rangka mendukung kerja BPK.

“Bantuan yang diharapkan untuk menunjang kerja kami. Kalau untuk petugas, bekerja tanpa digaji dan dengan sarana yang pas-pasan,” katanya. Terlebih, sebutnya, apa yang dilakukan BPK Sambas. Adalah kegiatan sosial, yakni langsung bersentuhan dengan masyarakat Sambas. 

Disebutkan Yakob, di Sambas terdapat satu mobil pemadam kebakaran. Kemudian di Tebas juga satu mobil pemadam kebakaran. Sementara, untuk dua daerah ini saja. Wilayah-wilayah yang rawan terjadinya kebakaran sangat luas. Dan diantaranya, lokasinya berjarak lumayan jauh dari sumber air yang bisa digunakan untuk memadamkan api.(fah)

Berita Terkait