Petrus Dijerat Pasal Berlapis

Petrus Dijerat Pasal Berlapis

  Kamis, 30 June 2016 10:11
Lengkapi Berkas : Petrus Bakus saat melengkapi berkas tahap II di ruang jaksa kejaksaan negeri Sintang. SUTAMI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINTANG - Kasus mutilasi anak dengan pelaku oknum anggota Polres Melawi Brigradir Petrus Bakus resmi masuk tahap dua ditandai penyerahan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Sintang, Selasa (28/6). Tiba di kejaksaan Petrus mendapatkan pengawalan dari anggota kepolisian.

Petrus  datang ke kejaksaan sekira pukul 12.15. Begitu tiba langsung masuk ke ruang staf Pidum di bagian belakang gedung kejaksaan. Cukup lama ia  berada di ruang tersebut. Sekira pukul 13.57, Petrus keluar dan langsung memasuki ruang pidum yang bertuliskan ruang tahap II.

Saat menuju ruang Pidum, Pontianak Post  sempat menyapa Petrus. Bertanya tentang kabarnya. Ia merespon dengan baik pertanyaan yang disampaikan. "Baik," kata Petrus menjawab Pontianak Post sambil mengacungkan jempol.          

Selama Petrus berada di ruang Pidum, tampak sejumlah jaksa keluar masuk ke ruang tersebut. Termasuk Kajari Sintang Syahnan Tanjung. Dua kali Kajari masuk ke ruang pidum tempat Petrus berada. Kajari juga tampak berbisik dengan Kasipidum Budi Susilo, persis di depan pintu ruang staf pidum.

Kasipidum Kejari Sintang Budi Susilo mengatakan, jaksa peneliti sudah melakukan penelitian  berkas Petrus. Hasil penelitian jaksa menyatakan berkasnya lengkap. "Kajari Sintang sudah menetapkan P21 pada 27 Juni. Bahwa berkas yang dibuat penyidik Polres Melawi dinyatakan lengkap," kata Kasipidum.

Sementara mengenai pasal yang didakwakan, menurut Kasipidum, sesuai diberkas, penyidik menjerat  Petrus dengan pasal berlapis. Yakni pasal 340 KUHP,338 KUHP, pasal 80 ayat 3 UU Nomor 35/2014 pengganti UU Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak dan pasal 44 ayat 3 UU No 23/2004 tentang KDRT.

Dalam tahap dua kemarin,  penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik Polres Melawi ke jaksa penuntut umum, dengan tersangka Petrus Bakus. Kejaksaan juga melengkapi berkas terhadap Petrus, sebelum dilakukan penahanan.  Kejaksaan menitipkan penahanannya di Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Sintang.

Kejari Sintang sendiri bakal secepatnya melimpahkan berkas Petrus ke pengadilan. Supaya kasusnya dapat segera disidangkan. "Kita ingin cepat, cuma sekarang sudah mendekati libur lebaran.   Setelah libur lebaran berkasnya kita limpah ke pengadilan," kata Kasipidum.

Sementara mengenai kondisi kejiwaan Petrus, menurut Kasipidum, kejaksaan tidak dapat menentukan. Pasalnya,  pengadilan yang mempunyai kewenangan menentukan. "Penuntut umum hanya  mensyaratkan berkas sudah lengkap secara formil maupun materiil," katanya.

Begitu juga dengan tuntutan, Kejaksaan belum dapat menentukan. Tuntutan dapat diajukan sepenuhnya harus melihat fakta persidangan. Pembuktian materiil akan dapat dilihat dipersidangan, dan menjadi sumber jaksa penuntut umum menentukan tuntutan kepada terdakwa.  (stm)

Berita Terkait