Petisi Rakyat Tolak Gafatar

Petisi Rakyat Tolak Gafatar

  Rabu, 3 February 2016 09:07
MENOLAK: Warga Mempawah menandatangi petisi Tolak Gafatar di bumi Galaherang Mempawah.WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

 

 

 

 

MEMPAWAH- Ratusan masyarakat Kabupaten Mempawah sepakat menandatangi petisi menolak masuknya Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) diwilayah itu. Bentuk dukungan disampaikan dengan pengumpulan tandatangan pada kain putih dengan panjang puluhan meter di Taman Air Mancur Pasar Mempawah dan Taman Bestari Mempawah, Senin (1/2) sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam petisinya, warga Mempawah dengan tegas menolak keberadaan para pengikut Gafatar maupun organisasi sejenisnya yang melakukan penistaan agama maupun mengancam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Aksi tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat.Terbukti, masyarakat yang melintas di depan Taman Air Mancur maupun Taman Bestari Mempawah tampak menghentikan kendaraannya untuk berpartisipasi menandatangani petisi tersebut. Bahkan, sebagian dari warga juga menyempatkan diri berselfi ria dengan berlatar belakang spanduk petisi.

“Kami sangat mendukung dengan petisi menolak Gafatar di Bumi Galaherang. Karena, Gafatar merupakan organisasi terlarang baik secara hukum negara maupun islam sesuai fatwa dari MUI Kalbar,” tegas Hidayah, S.Pd, warga Mempawah.Dirinya menilai aksi pengumpulan tandatangan tersebut sebagai bentuk perjuangan masyarakat Mempawah untuk mengantisipasi masuknya Gafatar diwilayah itu. Agar situasi di Kabupaten Mempawah tetap aman dan kondusif.

“Kita tidak ingin generasi muda di Kabupaten Mempawah dirusak dengan faham-faham sesat Gafatar. Yang terpenting pula, kita juga harus menjaga persatuan dan kesatuan NKRI tetap utuh dan tidak terpecah belah,” nilainya.Senada itu, warga Mempawah lainnya, Hamzah menilai ribuan warga pendatang yang beberapa waktu lalu masuk di wilayah Kabupaten Mempawah bukanlah mantan Gafatar melainkan anggota aktif. Sebab, menurut dia, warga mendapatkan sejumlah bukti otentik yang mengarah pada upaya pengamalan faham dan struktur membentuk negara baru.

“Gafatar ini organisasi yang sangat berbahaya dan meresahkan masyarakat Mempawah. Ancaman Gafatar bukan hanya asumsi melainkan ada bukti-bukti nyata seperti ditemukannya buku-buku tentang teknik merakit bom, teknik persenjataan, statategi peperangan hingga faham-faham milah abraham. Makanya masyarakat Mempawah menolak keras Gafatar,” ujarnya.Sementara itu, Ibnu Algazaba menyebut penandatanganan petisi sebagai bentuk penolakan warag Mempawah terhadap Gafatar. Artinya, warga menolak kedatangan kelompok Gafatar dengan alasan apapun termasuk program resmi pemerintah.

“Apapun alasannya, kita menolak kehadiran Gafatar di Kabupaten mempawah. Tidak ada lagi toleransi dari warga Mempawah terhadap kelompok Gafatar ini. Walau  melalui program transimigrasi, tetap akan kami tolak,” cecarnya.Lebih jauh, Ibnu menerangkan, perjuangan menolak Gafatar akan dilanjutkan warga Mempawah hingga ke Pemerintah Provinsi Kalbar. Rencananya, besok (hari ini) sejumlah warga Mempawah akan melakukan aksi damai ke Gedung DPRD Provinsi Kalbar dengan membawa petisi menolak Gafatar.

“Kita akan sampaikan petisi ini ke DPRD Provinsi Kalimantan Barat dan menggelar aksi damai di Tugu Digulis Pontianak. Spanduk petisi ini nantinya kita bentangkan di tugu Digulis Pontianak,” ungkapnya mengakhiri.(wah)

Berita Terkait