Petani Tuntut PTPN

Petani Tuntut PTPN

  Selasa, 24 November 2015 09:03
PONTIANAK - Petani kelapa sawit dari Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau melakukan unjuk rasa di kantor PTPN XIII di Jalan Sultan Abdurahman, Pontianak,

Berita Terkait

PONTIANAK - Petani kelapa sawit dari Kabupaten Landak dan Kabupaten Sanggau melakukan unjuk rasa di kantor PTPN XIII di Jalan Sultan Abdurahman, Pontianak, Senin (23/11). Massa yang tergabung dalam Koperasi Mitra PTPN XIII dan Kebun Mandiri Kabupaten Sanggau dan Kabupaten Landak ini menuntut kejelasan pembayaran tandan buah segar (TBS), peningkatan kuota produksi, menaikan harga TBS sesuai dengan harga yang ditetapkan pemerintah dan perbaikan pabrik.

Massa yang terdiri dari 200 orang ini tiba di kantor PTPN XIII sekitar pukul 11.30. Mereka menggunakan kendaraan roda empat dari daerahnya dengan kawalan ketat aparat kepolisian dari Polres Sanggau. Sesampainya di Pontianak, petani dan pengurus koperasi ini membentangkan spanduk berisi tuntutan dan rasa kekecewaan mereka kepada perusahaan milik pemerintah itu.

Dalam aksi tersebut, mereka menuntut empat hal, yang selama ini tidak pernah diakomodir oleh Direksi PTPN XIII ini. Diantaranya tentang  kepastian tanggal pembayaran TBS petani setiap bulan, pemberlakuan harga TBS petani kalbar binaan/mandiri mengacu kepada harga ketetapan tim penetapan harga TBS tingkat Provinsi Kalbar, penetapan kuota produksi TBS ditinjau ulang agar sesuai dengan luasan dan potensi kebun, serta perbaikan kerusakan pabrik agar kapasitas olah pabrik berjalan normal.

Ditambah dengan Permentan Nomor 14 Tahun 2013 tentang Pedoman penetapan harga Pembelian TBS kelapa sawit produksi pekebun Bab II Pasal 8, Bab V Ketentuan Peralihan Pasal 12 Ayat 1.

Menurut Hariyanto, koordinator aksi dari Kabupaten Sanggau, persoalan yang dihadapi petani sawit di Kabupaten Sanggau yang sampai saat ini tidak pernah ada titik terang. "Aksi ini menyikapi kebijakan jajaran direksi PTPN XIII yang berdampak timbulnya keresahan petani kelapa sawit di bawah naungan koperasi mitra PTPN XIII," ujarnya.

Ia menegaskan, sampai saat ini, baik pertemuan-pertemuan rapat di tingkat kebun bersama jajaran manager kebun dan general manager tidak pernah menghasilkan keputusan. "Yang ada kami justru dirugikan," terangnya.

Menurutnya, pihaknya pernah menyurati direktur utama PTPN XIII sebanyak sudah dua kali, namun sampai saat ini, surat yang disampaikan tidak ada jawaban. Ia juga menjelaskan bahwa protes di tingkat petani dengan melakukan pemblokiran kebun inti pernah dilakukan. Namun, pihak manajemen tingkat kebun tidak bisa mengambil keputusan dengan alasan bukan kewenangan manajemen tingkat kebun.

Atas dasar langkah-langkah tersebut, lanjut Heriyanto, koperasi mitra PTPN XIII dan kebun mandiri/binaan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Pemuda Dayak Kabupaten Sanggau (PDKS), bersama perwakilan petani melakukan aksi damai dan ritual adat dayak di kantor direksi PTPN XIII Pontianak. "Jika tuntutan tersebut tidak juga dipenuhi maka kami akan duduki kantor PTPN XIII tersebut sampai tuntutan kami terpenuhi," ancamnya.

Setelah melakukan negosiasi, belasan perwakilan demonstran pun dipersilakan masuk menemui manajemen kantor PTPN XIII. Mereka diminta menyampaikan aspirasi dan tuntutan. Audiensi yang memakan waktu lebih dari dua jam itu tidak menelurkan keputusan, karena direktur utama dan kepala bagian sedang tidak berada di tempat."Bapak dirut dan bapak kepala kantor sedang ada rapat di Jakarta, sehingga mohon maaf tidak bisa ikut mendengarkan keluhan," kata seseorang dari pihak PTPN XIII. (arf)

Berita Terkait