Petani Terancam Harus Menunda Masa Tanam

Petani Terancam Harus Menunda Masa Tanam

  Minggu, 15 May 2016 10:58
AWAN HITAM: Awan hitam menyelimuti langit Kota Sukadana di Kabupaten Kayong Utara. Akhir-akhir ini hujan diserati angin kecang melanda hampir seluruh wilayah, sehingga berpegaruh bagi aktivitas warga. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Hujan disertai angin kencang kembali terjadi di Kayong Utara. Seperti halnya yang terjadi di Sukadana, sehingga berpengaruh pada sektor pertanian dan nelayan. Nelayan enggan melaut, sementara petani terancam menunda kembali masa menanam padi dikarenakan area persawahannya tergenang oleh air yang cukup tinggi.

DANANG PRASETYO, Sukadana

SEPERTI halnya dirasakan salah satu petani di Dusun Pelerang, Desa Benawai Agung, Kecamatan Sukadana, Asiri (50). Saat ini area persawahannya terancam harus menunda menanam padi. Pasalnya bibit padi yang baru disemainya terendam banjir, dikerenakan belakangan ini kerap diguyur hujan yang teramat lebat.

“Untuk menyemai padi sekitar 10 hari lalu, (namun) sudah tiga hari ini terendam banjir. Dan kalau terlalu lama tergenang air, maka kemungkinan bibit ini akan mati, jadi harus nyemai bibit baru, sehingga bisa menunda penanam padi musim ini,” keluhnya.

Hal senada juga diungkapkan Asuli (45). Areal persawahannya berdampingan persis dengan Asiri. Akibat sawahnya yang juga terendam air, selain tidak bisa bersawah, dia juga kesusahan mencari rumput untuk ternak sapinya, akibat banyak lahan yang tergenang. “Sawah terendam air, lahan yang digunakan untuk mencari rumput pun terendam, terpaksalah ngarit tempat yang jauh lagi, kalau tidak tak makan,” ujarnya.

Menurutnya, banjir ini tentunya tidak luput dari hujan yang kian turun melanda Sukadana. Selain itu, sambung dia, aliran drainase yang ada pun sepertinya kurang memadai. Akibatnya, dia menambahkan, cukup sulit untuk air mengalir. “Seharusnya untuk mengatasi banjir harus memperbanyak parit- parit kecil di areal persawahan yang sering dikeluhkan oleh petani,” katanya. 

Sementara itu, salah satu warga yang tinggal di kawasan Pantai Pulau Datok Sukadana, Andi (35), juga mengungkapkan bagaimana beberapa hari ini kerap kali terjadi hujan yang tak jarang disertai angin kencang. Bahkan, sambung dia, hal tersebut menjadi peringatan bagi nelayan untuk dapat berhati-hati ketika melaut.

“Liaht saja hari ini (kemarin, Red) cuaca cukup gelap yang terdapat awan hitam. Bisanya hujan cukup lama, sehingga juga berdampak pada para petani kita yang akan menanam kembali pada di area persawahan dikarenakan tergenang oleh air,” tutupnya. (*) 
 

Berita Terkait