Petani Harus Terapkan Manajemen Usaha

Petani Harus Terapkan Manajemen Usaha

  Selasa, 22 December 2015 11:05
TANAM KARET: Penjabat Bupati Ketapang Kartius didampingi Kepala Dinas Perkebunan Sikat Gudag melakukan penanaman bibit karet pada peringatan ke-58 Hari Bhakti Perkebunan di Kecamatan Marau. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

MARAU – Penjabat (Pj) Bupati Ketapang, Kartius, menyayangkan jika saat ini petani karet masih jauh dari kata sejahtera. Hal tersebut, menurut dia, dipengaruhi oleh beberap faktor seperti daya saing produk yang masih rendah.

"Produk karet kita masih rendah," kata Kartius saat penyerahan dan penanaman bibit karet unggul di Kecamatan Marau, beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, petani karet saat ini dimanjakan dengan produk instan cepat jadi seperti getah balok yang banyak air. Padahal, menurutnya, seharusnya itu kering. "Ya digiling atau dibreslah dulu," kata dia.

Di samping itu, diakui dia jika keterbatasan lahan yang sempit juga turut berpengaruh dalam menyejahterakan petani karet. "Bagaimana mau menyejahterakan petani karet jika  invasi kebun kelapa sawit besar-besaran? Bahkan sampai-sampai menebangi kebun karet masyarakat. Punya kebun karet juga jangan dijual," ungkapnya.

Mananajemen usaha tani termasuk di dalamnya teknik budidaya tanam hingga ke penanganan pascapanen, diakui dia, juga masih menjadi permasalahan besar. Demikian juga dengan keterbatasan infrastruktur dan teknologi yang dimiliki, tak dipungkiri dia, masih kurang memadai. "Biasanya ada pihak tertentu atau tengkulak yang sengaja memainkan harga. Petani kita sedikit untung, yang kaya malah tengkulak atau koperasi KUD alias ketua untung dulu," kelakar dia yang sontak disambut gelak tawa.

Ia mengajak untuk mencontoh negara-negara agraris yang telah maju. Di negara-negara tersebut dia menggambarkan bagaimana para petaninya sudah memanfaatkan betul teknologi dan peralatan-pertanian secara modern, demi meningkatkann hasil dan mutu komuditas yang mereka hasilkan. Belum lagi, dia menambahkan, dukungan penuh pemerintahan, di mana subsidi pemerintahannya tinggi dan bunga bank yang dikenakan rendah.

Sementara itu, kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Ketapang, Sikat Gudag, berpesan agar perkebunanan yang dimiliki petani harus ditanam dengan sebaik-baiknya. Di antaranya, diharapkan dia agar ditanami dengan bibit unggul dan jarak tanam sesuai ketentuan. “Tanamlah kebun dengan komuditas tinggi harganya,” kata dia.

Untuk mengantisipasi penurunan produksi dan fluktuasi harga yang sering terjadi, petani diharapkan dia sudah haris memikirkan diversifikasi tanaman dengan menggunakan pola tanam tumpang sari. "Ada tanaman muda seperti kacang-kacangan, labu, dan lain-lain. Kan juga menghasilkan uang banyak bila diusahakan dengan baik," kata Sikat.

Dalam kesempatan tersebut Pj Bupati menyerahkan sejumlah bantuan berupa bibit karet unggul dan peralatan pascapanen. Usai melakukan penyerahan bantuan, dilanjutkan dengan penanaman perdana bibit unggul karet yang dilakukan Pj Bupati didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan diikuti para kepala dinas instansi yang ikut dalam rombongan. (afi)