Petani Garap Pupuk Organik, Produksi 14 Ton

Petani Garap Pupuk Organik, Produksi 14 Ton

  Minggu, 8 November 2015 08:16
WAHYU ISMIR/PONTIANAK POST

Berita Terkait

MEMPAWAH – Sebanyak 25 petani dari Kelompok Makmur Satu Desa Peniraman, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, mendapatkan kesempatan praktik pembuatan pupuk organik, Sabtu (7/11) pagi. Didampingi Petugas Organisme Pengganggu Tanaman

(POPT), para petani ini memproduksi 14 ton pupuk organik.

Petugas pertanian, M Taufik, menerangkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah wawasan petani tentang proses pembuatan pupuk organik. Bahkan, para petani ini diajaknya untuk memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah didapat dilingkungan tempat tinggal masyarakat petani itu sendiri.

“Pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik ini sangat penting bagi
petani, agar para petani bisa memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitarnya, untuk diolah menjadi pupuk, sehingga, petani tidak
ketergantungan dengan pupuk kimia dengan harga yang mahal dan sulit
didapat,” tutur Taufik.

Dalam proses produksi pupuk organik tersebut, Taufik memastikan jika para petani tersebut tidak perlu pusing untuk mempersiapkan bahan bakunya. Sebab, menurut dia, bahan-bahan yang dibutuhkan sudah ada di lingkungan mereka masing-masing. Bahan-bahan yang dimaksud dia seperti sekam, dedak, gula pasir, serta tricodeherm padat dan cair.

“Ada tiga tahapan yang harus dilalui dalam proses pembuatan pupuk organik. Bahan-bahan yang sudah dicampur kemudian di tutup dengan terpal untuk proses vermentasi selama 14 hari. Setelah divermentasi, maka pupuk pun bisa dipakai untuk tanaman khususnya pagi. Dalam kegiatan praktik ini, kita membuat 14 ton pupuk organik,” paparnya.

Melalui kegiatan tersebut, Taufik berharap para petani binaannya semakin mahir dalam produksi pupuk organik. Dengan demikian, dia berharap para petani ini tidak perlu direpotkan dan dipusingkan dengan masalah pupuk untuk tanaman padinya.

“Setelah mengetahui cara pengolahan pupuk organik ini, maka petani semakin mandiri dalam mengolah tanamannya. Dari segi ekonomi pun, petani tidak perlu lagi mengeluarkan biaya yang mahal untuk membeli pupuk kimia. Cukup memanfaatkan bahan yang ada dilingkungannya, petani sudah bisa mengolah pupuk organik,” pendapatnya.

Selain dari sisi ekonomis, Taufik juga menjelaskan jika pupuk organik memiliki mutu dan kualitas yang sangat baik bagi pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah. Dengan menggunakan pupuk organik, dia meyakinkan jika kesuburan tanah semakin terjaga, bakteri tanah semakin tersedia, tanah semakin subur, hingga hasil produksi tanaman pun akan baik.

“Penggunaan pupuk kimia hanya bisa sekali pakai saja, sedangkan pupuk organik akan menyatu dengan tanah dan melakukan proses untuk membentuk unsur hara bagi tanaman dalam jangka waktu yang lama,” sebutnya.

Untuk itu, Taufik mengimbau seluruh kelompok tani untuk memproduksi sendiri pupuk organik, demi memenuhi kebutuhan tanamannya. Dengan demikian, dia menambahkan, akan membentuk generasi petani yang mandiri dan maju, dengan tingkat produksi yang lebih baik dan meningkat.

“Ke depan, secara bertahap kita akan meningkatkan produksi pupuk organik di lingkungan masyarakat petani. Pembinaan terhadap petani juga akan dilakukan secara berkelanjutan agar lebih efektif dan efisien,” pungkasnya. (wah)

Berita Terkait