Petaka Wisata Usai Unas

Petaka Wisata Usai Unas

  Selasa, 12 April 2016 10:47
EVAKUASI: Jenazah pelajar MAN Putussibau usai evakuasi. ISTIMEWA

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Seperti sudah menjadi tradisi, setelah selesai mengikuti ujian nasional, selalu diakhiri pesta perpisahan dan kumpul-kumpul bagi para pelajar. Begitu juga dengan pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Putussibau, Isa Januar (18) baru selesai mengikuti Ujian Nasional (Unas) pekan lalu, tenggelam terbawa arus air diobjek wisata gurung makai kecamatan mentebah, Minggu (10/4) pukul 12.30 Wib.

Korban yang diketahui tenggelam oleh rekan-rekannya pada Minggu (10/4) pukul 12.30 Wib, baru ditemukan 23 jam kemudian, Senin (11/4) pukul 11.00 Wib. Jasad korban langsung dibawa ke kediaman duka di Kecamatan Kalis. Kapolres Kapuas Hulu melalui Kapolsek Mentebah Iptu Surarso membenarkan penemuan jasad Isa setelah dilakukanpencarian oleh polisi dan masyarakat setempat.

Dijelaskannya, saat kejadian korban bersama rekan-rekannya berwisata di Gurung Makai Kecamatan Mentebah. Saat itu, kata dia, korban ini tidak ikut mandi, namun saat mau pulang korban terpeleset jatuh ke sunga dan terbawa arus air, karena kebetulan kondisi air cukup besar dan deras, sehingga mengakibatkan korban tenggelam. Saat itu juga langsung dilakukan pencarian hingga Senin siang ini.

Dikatakan Surarso, korban ditemukan kurang lebih 50 meter dari tempatnya dia terpeleset. Saat melakukan pencarian, keluarga korban dibantu warga sekitar dan anggota Polsek Mentebah. Setelah dievakuasi, korban langsung dibawa ke rumah duka di Kecamatan Kalis. Sementara itu, Kepala MAN Putussibau, Kusnadi membenarkan kalau Isa Januar tersebut siswa kelas XII MAN Putussibau saat ini.

Menurut Kusnadi, Isa Januar sudah mengikuti Ujian Nasional dan sudah mengikuti perpisahan di sekolah. Dijelaskannya, kejadian itu terjadi setelah acara perpisahan, karena acara perpisahan laksanakan pada hari Sabtu (9/4) dan kejadiannya Minggu (10/4).

“Mendengar kabar ini saya merasa terpukul, karena saya mengetahui kejadian itu setelah mendapat SMS,” paparnya kepada wartawan.

Kemudian, kata dia, pada Senin (11/4) pagi pihak keluarga datang meminta doa karena tadi pagi belum ditemukan, baru pukul 11.00 WIB, korban ditemukan. Ia menceritakan, pada saat perpisahan hari Sabtu lalu, dirinya mengumpulkan seluruh siswa dan mengingatkan agar tidak merayakan perpisahan secara berlebihan.

"Alhamdulillah dihari perpisahan tidak ada kejadian apa-apa,” katanya.

Keesokan harinya siswa kami justru pergi ramai-tamai ke Gurung Makai, disitulah kejadiannya. Tentu selaku Kepala Sekolah MAN Putussibau, dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

"Semoga pihak keluarga dikuatkan," ucapnya. Tenggelamnya Isa mestinya jadi pelajaran berharga pagi para pelajar yang selalu merayakan perpisahan dengan berbagai kegiatan kumpul-kumpul. (aan)

Berita Terkait