Pesta Gol di Bucharest

Pesta Gol di Bucharest

  Kamis, 18 Agustus 2016 09:30

Berita Terkait

BUCHAREST – David versus goliath. Raksasa melawan liliput. Si kaya dan si miskin. Pilih saja citra mana yang tepat untuk menggambarkan duel Manchester City saat dijamu Steaua Bucharest dalam leg pertama playoff Liga Champions, Rabu dini hari kemarin WIB (17/8). Yang pasti City bukanlan lawan sepadan untuk Steaua. 

Karenanya, The Citizens – julukan City – mampu berpesta di Bucharest dengan lima gol tanpa balas. Sergio Aguero jadi hero dengan hatrrick-nya masing-masing pada menit ke-41, 78, dan 89. Lalu dua gol lainnya dicetak David Silva (menit ke-13) dan Nolito (49). Lima gol tandang ini menjadi rekor kemenangan terbesar City di ajang Eropa. 

''Tinggal sedikit saja kami lolos ke Liga Champions,'' sebut Guardiola, diwawancarai BT Sport. Ya misi semifinalis Liga Champions musim lalu itu untuk kembali ke fase grup musim ini sudah cukup menjalani leg pertama saja. Di atas kertas, leg kedua di Etihad, Manchester pada 25 Agustus nanti nilai kepentingannya tidak sebesar leg pertama ini. 

Meskipun tidak ada yang tidak mungkin, mengalahkan City di Manchester dengan marjin enam gol itu mission impossible. Sepanjang historinya di Eropa, belum pernah ada kekalahan di Etihad yang marjinnya lebih dari dua bola. Bayern Muenchen dan Barcelona saja hanya bisa menang 3-1 dan 2-0 di sana. Misi City sudah tuntas di Bucharest. ''Kini kami bisa fokus lawan Stoke City (20/8),'' lanjutnya.

Bukan hasilnya yang dipuji Guardiola. Karena dia juga paham Ros-Albastrii – julukan Steaua – bukan lawan yang susah bagi David Silva dkk. Performa pemainnyalah yang jadi indikator kenapa dia harus tersenyum. Dengan formasi 4-2-3-1 yang sama seperti laga sebelumnya, passing-passing City di laga kemarin lebih mengalir. 

Bahkan, City lebih mampu menerapkan permainan passing-passing pendek seperti yang sudah dia inginkan sebelumnya. Persentase passing pendeknya meningkat dari 88,1 jadi 90,1. Itu artinya para pemain City sudah mulai mereduksi gaya main dengan bola-bola panjangnya. ''Caranya menang itulah yang memuaskan saya,'' puji Pelatih Terbaik Dunia versi FIFA tahun 2011 itu. 

Satu-satunya ganjalan dari hasil besar ini efektifitas tembakan City. Dominan dengan jumlah 24 kali tembakan dan 12 on target, menang lima gol dianggap masih kurang. ''Kecewanya, kami tidak bisa memanfaatkan peluang-peluang di awal babak,'' sesal winger Raheem Sterling dikutip BBC. Di balik 1 gol di babak pertama, ada 11 kali tembakan ke gawang dilakukan City. 

Itu termasuk tembakan Nolito dan Aleksandar Kolarov yang membentur mistar. Selain itu, saat babak pertama ada dua kali peluang City menambah gol melayang sia-sia dari titik putih. Aguero yang menyia-nyiakannya. Eksekusi pertama diblok Florin Anita, sedangkan yang keduanya menghujam sisi atas mistar gawang. 

''Bisa saja sembilan atau sembilan gol di sini,'' kata attacking midfielder Kevin De Bruyne. Dia tidak mempersoalkan kegagalan Aguero yang menjadi eksekutor utama di City itu. ''Toh pada akhirnya Sergio Aguero mencetak tiga gol kan. Yang penting sekarang kami menunggu untuk benar-benar lolos pekan depan,'' tegas pemain berkebangsaan Belgia itu. 

Bagi City dan Guardiola, ini jadi tren positif kedua setelah kemenangan 2-1 atas Sunderland di laga pembuka Premier League lalu (13/8). Ini sebaliknya dengan Bucharest. Klub yang pernah terkena komplain dari Barcelona setelah logo baru klubnya mirip dengan klub Catalan tersebut pada 2013 lalu itu mengakhiri masa-masa indahnya sejak 17 April lalu. 

Sebab, usai kekalahan 0-2 atas Astra Ploiesti di Liga 1 (17/4), belum sekalipun Nicolae Stanciu dkk kalah. Di berbagai ajang mulai dari Liga 1, uji coba pramusim, dan putaran ketiga kualifikasi Liga Champions mereka mencatat rekor 12 kali menang dan empat kali imbang dari 16 laga. ''Setelah hasil ini, pemain harus membumi,'' harap Laurentiu Reghecampf, pelatih Bucharest kepada DolceSport.

Dengan formasi 4-2-3-1 sama seperti City, pemain Bucharest gagal lepas dari tekanan sejak di menit awal. Buktinya hanya delapan kali tembakan dan dua on target yang dilakukan pemainnya. ''Ini akan jadi pembelajaran bagi kami. Bertahan ataupun menyerang, jangan pernah banyak memberikan space kepada lawan,'' tambahnya. (ren)

Berita Terkait