Pesanan Meningkat Hingga 30 Persen

Pesanan Meningkat Hingga 30 Persen

  Jumat, 11 December 2015 08:20

Berita Terkait

PONTIANAK - Aroma ikan sudah tercium dari pintu rumah Sulastri di  Jalan Ya' M Sabran Komplek Vila Elektrik Permai D1 No28, Kota Pontianak. Wangi tersebut berasal dari pabrik sederhana milik perempuan 45 tahun tersebut. Beberapa kompor dan wadah memenuhi ruangan tersebut. Sulastri dibantu tiga orang karyawannya tengah menggoreng keripik ikan bilis. Akhir-akhir ini Sulastri mendapat banyak pesanan dari keripik dan stick yang dibuatnya. “Untuk Natal awal bulan ini sudah meningkat 10-20 persen. Tetapi nanti seminggu menjelang Natal bisa naik sampai 30 persen,” kata dia.

Pemilik brand keripik Niki Enak ini menyebut paling banyak yang dipesan menjelang Natal adalah keripik keladi, keripik tempe, stick udang dan rumput lain, serta stick ikan bilis krispy. Biasanya dia menjual makanan olahan tersebut dalam kemasan mini. Namun untuk hari-hari besar, termasuk Natal dia juga menyediakan kemasan ukuran satu kilogram.

Untuk Natal ini, harga produknya bervariasi. Keripik ikan belis, stick udang-rumput laut dan keripik tempe misalnya dihargai Rp100 ribu per kilogram. Sementara keripik jamur tiram dan keripik paru sapi bernilai Rp150 ribu per kg. Adapun yang paling murah adalah stick keladi dan stick udang yang harganya Rp75 ribu untuk tiap kilogramnya.

Sulastri mengatakan pemesanan untuk Natal ini sebagian besar datang dari Kota Pontianak dan sekitarnya. Namun banyak pula produknya dikirim ke luar kota, baik untuk dikonsumsi sendiri oleh pembeli atau dijual lagi. Meskipun demikian permintaan saat Natal tidak setinggi permintaan pada hari raya Idulfitri. Walaupun masih lebih banyak ketimbang hari raya Imlek.

            Lantaran usahanya semakin besar, dia pun mendirikan CV Dua Putri Kembar yang berbadan hukum. Imbasnya, produknya mulai menyasar pasar luar Kalbar, bahkan mancanegara. Produknya memenuhi rak-rak beberapa minimarket di Pontianak. Hampir semua kios di pusat oleh-oleh PSP, memajang produknya. “Banyak juga pesanan dari Bandung, Jakarta dan Jogjakarta,” ucapnya.

Ditanya penghasilan dari bisnis ini, dia menyebut omzet dari penjualan Niki Enak rata-rata mencapai Rp20 juta per bulan. Soal kiat sukses, Sulastri enggan memberikannya. Bukannya apa, dia belum merasa menjadi pengusaha sukses. “Saya belum sukses, tetapi cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tetapi yang paling nikmat itu adalah apabila kita menjalani usaha yang sesuai dengan minat dan hobi kita sendiri. Seperti yang saya jalani sekarang ini,” tutupnya merendah. (ars)

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terkait