Perwakilan Polnep Akan Berlaga di SEM 2016, Perlu Dukungan Berbagai Pihak agar Sukses

Perwakilan Polnep Akan Berlaga di SEM 2016, Perlu Dukungan Berbagai Pihak agar Sukses

  Senin, 30 November 2015 08:44
PROTOTYPE : Para mahasiswa anggota Mesin Polnep Diesel Team menunjukkan mobil prototype yang akan diikutkan pada SEM 2016. IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Mesin Polnep Diesel Team kembali berkesempatan mengikuti kompetisi Shell Eco Marathon (SEM) se-Asia di Manila, Filipina pada Maret 2016 mendatang. Satu-satunya perwakilan perguruan tinggi di Pulau Kalimantan ini telah menyiapkan berbagai inovasi dalam kategori urban diesel. IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

Jika dilihat dari perjalanan sejarah tim dari Politeknik Negeri Pontianak mengikuti SEM, prestasi yang ditorehkan sangat luar biasa. Sejak pertama kali ikut di 2011 tim ini berhasil menduduki peringkat ke-19 dari 33 tim yang berhak melakukan track run. Saat itu ada 60 tim yang terdaftar dan hanya 33 tim yang lolos technical dan safety inspection.

Tahun 2012 raihan peringkat meningkat. Mesin Polnep Diesel Team berhasil menjadi peringkat ke-11 untuk kategori protoype gasoline dan meraih peringkat empat untuk kategori urban concept gasoline. Lalu pada 2013 berhasil meloloskan satu tim untuk mengikuti kompetisi, akan tetapi acara dibatalkan karena terjadi bencana kabut asap di tempat penyelenggraan di Sepang, Malaysia.

Kemudian kembali lolos seleksi di tahun 2014, mendapat prestasi yang gemilang, tim ini meraih juara pertama untuk kategori urban diesel dan juara empat untuk kategori urban gasoline. Di 2015 kembali berhasil meloloskan satu tim dengan meraih peringkat enam untuk kategori urban diesel.

Setelah pengalaman lima tahun, pada 2016 mendatang tim ini akan mengikutsertakan kendaraan dengan kategori urban diesel. Tim ini lolos sebagai satu-satunya perwakilan seluruh perguruan tinggi di Pulau Kalimantan. “Tim kami nanti terdiri dari enam mahasiswa dan dua dosen pembimbing,” terang Manajer Mesin Polnep Diesel Team Hery Fatli saat bertandang ke Pontianak Post beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, SEM adalah kompetisi yang diadakan oleh perusahaan Shell yang melombakan kendaraan dengan konsumsi bahan bakar paling irit. “Sejarahnya ketika dua insinyur Shell mendapat ide membuat kendaraan irit bahan bakar, lalu untuk mengetahui kendaraan yang paling efisien maka diadakan kompetisi,” jelasnya.

Dalam perkembangannya, saat ini SEM telah diselenggarakan di Eropa, Amerika dan Asia sejak 2010. Khusus untuk mahasiswa, dimana mereka ditantang untuk mendesain, membuat dan melombakan kendaraan mereka dengan peserta dari tim lain. “Kendaraan paling irit menggunakan bahan bakar akan jadi pemenangnya,” ujar Hery.

Dalam kompetisi ini terdapat dua kategori kendaraan secara umum, kendaraan prototype dan urban concept. Prototype merupakan kendaraan dengan bentuk body yang memiliki tingkat gesekan udara kecil, efisiensi pemakaian bahannya tinggi.  Sementara urban concept mobil yang realistis, dapat memenuhi kebutuhan pengemudi zaman sekarang. Di mana mobil ini memiliki desain dan kelengkapan lalu lintas menyerupai mobil-mobil pada umumnya.

Hery menceritakan untuk mengikuti kompetisi ini terlebih dulu harus mengikuti proses registrasi dan seleksi. Pertama tim yang telah dibentuk diperbolehkan mendaftar pada Shell Asia secara online. Setelah itu tim diminta unutk mengirimkan desain dan spesifikasi teknis kendaraan yang akan dibuat kepada panitia. “Setelah dinyatakan lolos, peserta menerima konfirmasi berupa undangan untuk ikut serta pada SEM Asia pada 3-6 Maret 2016 di Filipina nanti,” terangnya.

Saat kompetisi nanti menurutnya, kendaraan-kendaraan yang lolos dari berbagai negara wajib mengikuti inspkesi teknis dan isnpeksi keamanan, guna memastikan keamanan kendaraan. Setelah lulus inspeksi barulah tim berhak ikut track run atau melombakan kendaraan di sirkuit. “Setiap akan  melakukan giliran track run ada tes singkat lagi, memastikan kendaraan aman dijalankan,” katanya.

Dalam kesempatannya nanti tim ini akan mengikuti kategori kendaraan urban concept pada kelas bahan bakar diesel. Kendaraan tersebut dinamakan, Khatulistiwa Line Empat. Secara umum tujuan dari keikutsertaan ini adalah untuk menjawab tantangan global dalam menciptakan kendaraan masa depan yang efisien dan ramah lingkungan. “Kami juga ingin menambah pengalaman khususnya di bidang otomotif, mengharumkan nama bangsa di tingkat Asia, dan kampus Polnep di tingkat internasional,” imbuhnya.

Memang dalam proses pembuatan kendaraan dan mengikuti kompetisi ini perlu biaya yang cukup besar. Meski telah didukung oleh pihak kampus serta bantuan dari pihak penyelenggara, dana yang dibutuhkan masih kurang. Karena itu diharapkan bantuan dan dukungan berbagai pihak untuk menjadi sponsor. Sebab dengan menjadi sponsor pihak tersebut peduli akan pentingnya upaya penghematan energi. Juga berperan aktif menyukseskan kegiatan demi kemajuan putra dan putri bangsa. “Dalam waktu dekat kami sudah akan melakukan pengiriman kendaraan ke Manila,” pungkasnya.**

 

Berita Terkait