Perusahaan Bermasalah, Berhenti atau Bertahan

Perusahaan Bermasalah, Berhenti atau Bertahan

  Senin, 30 November 2015 09:42

Berhenti atau keluar dari tempat kerja adalah keputusan penting yang harus diambil oleh seorang pekerja. Apalagi jika perusahaan mengalami masalah yang sangat berat.  Keputusan ini akan membawa konsekuensi atau dampak yang tidak sedikit seperti hilangnya mata pencaharian dan kesempatan untuk berkarir.Oleh : Marsita Riandini

Menjadi karyawan di salah satu perusahaan memiliki keuntungan dan kelebihannya. Keuntungannya bahwa kita bisa menerima gaji tanpa harus memikirkan seluruh persoalan yang dialami oleh perusahaan. Anda hanya mengurusi apa yang menjadi tanggung jawab sesuai dengan jobdesc saja.Tapi ketika perusahaan bermasalah, imbasnya akan terkena juga. Bayangkan saja di saat perusahaan Anda memiliki banyak masalah, sehingga terpaksa diakuisisi atau bahkan dijual, dan ada seseorang kolega yang mampu melakukan pekerjaan jauh lebih baik, maka posisi Anda sekarang dalam perusahaan cukup berbahaya.

Lantas apa yang harus dilakukan? Menjawab hal ini, Maria Nofaola, S.Psi., M.Psi., Ch.t., Psikolog mengatakan bahwa ada berbagai cara untuk mengatasinya. Terpenting hal utama yang harus dipahami, memastikan kebenaran bahwa perusahaan itu bermasalah atau tidak. “Penting sekali mengetahui kebenaran itu, agar bisa tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya,” ucap dia.
Permasalahan yang dialami perusahaan tentu beragam. Ada yang masih dalam tahap wajar, masih bisa dikendalikan, tetapi ada pula yang terpaksa dijual atau bangkrut.  “Cobalah untuk menganalisa kondisi perusahaan. Lihat perubahan apa yang terjadi,” jelasnya.

Perubahan tersebut, lanjut dia bisa dilihat dari pembayaran gaji. Jika terjadi penunggakan pembayaran, maka bisa dipastikan bahwa perusahaan itu benar-benar dalam kondisi bermasalah. “Hal ini tentu tidak bisa didiamkan. Perlu mengambil tindakan, apalagi kalau tiga bulan berturut-turut gaji tidak dibayarkan,” jelasnya.Coba temui bos Anda untuk mengekspresikan keprihatinan Anda terhadap kondisi yang terjadi. Berikan clue bahwa Anda masih memiliki banyak skill yang bisa membantu perusahaan. Jika ternyata perusahaan benar mengalami masalah, minta pula kepastian apakah semuanya akan baik-baik saja atau bakalan bangkrut. “Ada perusahaan yang mampu kembali bangun ketika mengalami masalah. Tetapi sebagai karyawan, tentu harus memastikan itu,” ucapnya.

Setidaknya sambung Maria, jika Anda harus terpaksa di-PHK, Anda sudah mengetahui tanggal pastinya, sehingga bisa mencari pekerjaan baru. “Komunikasi itu penting dalam menghadapi situasi seperti itu. Jika tidak bisa sendirian, bisa mengajak rekan kerja lainnya untuk meminta kepastikan kepada perusahaan,”saran dia.

Keluar dan mencari tempat kerja yang baru adalah solusi yang tepat. Meskipun Anda sudah nyaman bekerja di perusahaan tersebut, bahkan gajinya juga memuaskan, bukan berarti itu bisa menjadi alasan untuk bertahan. “Bertahan di perusahaan yang memiliki masalah, bahkan terancam tutup bukanlah keputusan yang tepat. Cobalah untuk memulai mencari tempat kerja yang baru yang dapat memperbaiki kembali kondisi keuangan kita,” sarannya.

Namun jangan langsung memutuskan untuk keluar dari perusahaan. Keluar dari tempat kerja harus disertai dengan perencanaan,  bukan karena emosi sesaat atau ikut-ikutan. Carilah pekerjaan lain terlebih dahulu, jika sudah dapat barulah berhenti. “Ini juga sangat sulit, sebab mencari pekerjaan baru tidaklah gampang. Jika ternyata belum mendapatkan surat pemecatan, tetaplah bertahan sembari mencari pekerjaan yang lain. Syukur-syukur sebelum dipecat sudah dapat pekerjaan baru,” pungkasnya. **