Perunggu PON XIX, jadi Medali Pertama dan Terakhir

Perunggu PON XIX, jadi Medali Pertama dan Terakhir

  Rabu, 26 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

PADA saat saya mengikuti PON di Jawa Barat, menjadi pertandingan saya yang bertama dan terakhir. Itu kerena mengingat umur saya. Karena kalau di Tarung Drajat ini dibatasi maksimal 33 tahun, sedangkan saya sudah 32 tahun. Jadi ini merupakan pertandingan pertama dan terakhir mengikuti pertandingan di PON,” terang Febry, usai memperlihatkan mendali perunggu kepada kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kayong Utara, Mas Yuliandi, Senin (24/10) sore.

Prestasi itu sendiri menjadi salah satu rasa kebanggaan buatnya, lantaran membawa nama Kalbar di ajang nasional. Dia berharap, hasil yang diraihnya tersebut mampu menjadi motivasi bagi para atlet tarung drajat di kabupaten ini. “Jelas bangga. Saya dari Kabupaten Kayong Utara dapat turut serta mewakili Kalimantan Barat Pada PON kemarin. Walau pada pertandingan itu menjadi pertama dan terakhir,” ucapnya.

Walau sudah tidak dapat kembali mengikuti pertandingan lagi, namun dia bertekad akan tetap fokus pada olahraga beladiri dari Bumi Parahyangan tersebut. Dia berjanji akan ikut melakukan pembinaan kepada penerus dirinya khususnya pada olahraga yang satu ini.

“Saya akan tetap melakukan pembinaan terhadap penerus saya, caranya dengan melatih adik-adik saya yang ada di Kayong Utara. Dengan harapan mereka juga dapat mengukir prestasi, baik tingkat daerah, nasional, bahkan lebih dari apa yang pernah saya peroleh di  PON kemarin,” harap Febry.

Dia juga berpesan agar pemerintah setempat dapat selalu mendukung atlet-atlet yang memang memiliki perstasi. Harapannya, agar para pegiat olahraga di kabupaten ini dapat meningkatkan semangat dalam berlatih. “Harapan saya kepada pemernitah daerah dapat selalu mendukung olahraga-olehraga berprestasi, dengan menyediakan sarana dan pesarana olahraga, khususnya pada olahraga beladiri. Kalau bisa digabungkan dengan beladiri lain, agar dapat memiliki motivasi,” sarannya.

Sementara itu, kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Kayong Utara, Mas Yuliandi, mengungkapkan jika apa yang dicapai Febry tersebut merupakan sebuah kebanggan tersendiri. Pasalnya, dia menambahkan, selain disibukkan dengan bertugas sebagai PNS, yang bersangkutan juga masih menyempatkan waktu berlatih untuk persiapan bertanding.

Yuliandi menambahkan, untuk atlet di Kabupaten Kayog Utara, sudah terbentuk melalui pembinaan dari KONI Kabupaten Kayong Utara, melalui induk-induk cabang yang ada. “Masing-masing induk cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi harus dapat meningkatkan pembinaan. Terutama untuk KONI sendiri,” sambungnya

Untuk peraih mendali perunggu yang merupakan PNS, tentunya, dijelaskan dia jika atlet tersebut memiliki tolerasi atau pun izin yang diberikan, dalam mengembangkan kariernya sebagai olahragawan. “Dalam aturannya juga sudah ada dalam mengembangkan kariernya di bidang olahraga,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk bonus yang diberikan kepada atlet berprestasi, tentunya, dipastikan dia, sudah dilakukan oleh pemeritah daerah. Yang pasti, menurut dia, ada tali asih buat para atlet berprestasi. Mengenai hal ini pun dirinya sangat mengharapkan dari pihak Provinsi juga dapat melakukan hal yang sama. Apalagi, dia menambahkan jika atlet tersebut mewakili Kalimantan Barat pada PON kemarin.

“Kita sudah lakukan pemberian bonus berupa tali asih kepada atlet berprestasi. Kalau untuk potensi atlet unggulan daerah di Kayong Utara selain tarung drajat, kita juga ada tinju, voli pantai, dan atletik,” tutupnya. (*)     

Berita Terkait